Tingkatkan Produktifitas Padi dengan Benih Unggul Bersertifikat

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL,KRjogja.com – Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang Jurusan Penyuluhan Pertanian Yogyakarta, Christiana Diana C.A menggelar penyuluhan bagi petani wilayah Banguntapan Bantul belum lama ini. Kegiatan ini sebagai praktek karya ilmiah sebagai tugas akhir perkuliahan.

Dalam pemaparannya Cristina menyampaikan pentingnya membangun sikap petani yang positif untuk meningkatkan produktifitas padi, melalui penggunaan benih unggul bersertifikat. Christiana dibimbing oleh dosen R.Hermawan SP,MP dan Ir.Heriyanto,MS. serta Widodo SP selaku Koordinator Penyuluh BPP Banguntapan dan Ari Wibowo,S.TP selaku penyuluh Pertanian Lapangan desa Baturetno. Penyuluhan dihadiri anggota kelompok tani Retno Tani Makmur dusun Mantup, dan Tirto Ngudi Mulyo dusun Pelem, diikuti 30 orang.

“Keberhasilan dalam budidaya padi, ditentukan oleh benih yang digunakan. Penggunaan benih bermutu dapat mengurangi jumlah pemakain benih dan tanam ulang, serta memiliki daya kecambah dan tumbuh yang tinggi sehingga pertanaman kelihatan seragam,” kata Christiana.

Pertumbuhan awal yang kekar, dapat mengurangi masalah gulma dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama/penyakit. Selain itu, dari segi biaya dengan penggunaan benih unggul, dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan  petani. “Benih merupakan salah satu komponen utama dalam meningkatkan produksi dan mutu hasil tanaman,” tambahnya.

Produksi dan mutu hasil tanaman yang tinggi dapat dicapai dengan teknologi budidaya yang tepat, pemupukan berimbang, dan penggunaan benih bersertifikat sesuai rekomendasi. Penggunaan benih bersertifikat, mampu menyumbangkan 75% dari total komponen teknologi jika diintegrasikan teknik budidaya yang tepat.

Baca juga: 
Mahasiswa Jurluhtan STPP Sukseskan Upsus Pajale 2018

Mahasiswa STPP Lakukan Pendampingan di Karanganyar
Benih padi berserfikat, merupakan benih padi berlabel yang diperoleh dari proses serfitikasi yang prosesnya diawasi oleh pengawas benih dari BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih).

Pengawasan mulai dari proses penanaman, sampai panen dan penyalurannya, untuk dapat diedarkan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Departemen Pertanian.

Desa Baturetno termasuk bagian wilayah administratif kecamatan Banguntapan dengan luas sawah seluas 157,88 ha, luas panen padi 320,7 ha dengan produksi padi sawah 2308,5269 ton pada tahun 2017.
Sedang produktivitas padi rata-rata 7,19 ton/ha. (BPS 2017). Benih yang digunakan, sebagian besar adalah benih non sertifikat yang berasal dari turunan kedua, atau lebih dari hasil panen sendiri ataupun dari petani lain.

Akibat dari penggunaan benih non sertifikat adalah, ketidakseragaman pertumbuhan tanaman, daya tumbuh yang rendah, dan rendahnya produksi. (*) 

 

BERITA REKOMENDASI