Tipu Wartawan, Serka Yudha Diganjar Lima Bulan Penjara

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Majelis Hakim Pengadilan Militer (Dinmil) II-11 Yogyakarta menjatuhkan vonis lima bulan penjara terhadap Sersan Kepala (Serka) Yudha Wahyu Windarto, Kamis (28/03/2019). Oknum prajurit Kodim 0705 Magelang yang berdinas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 22 Tempuran ini terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan terhadap seorang wartawan perempuan (wartawati) berinisial NN. Vonis ini lebih ringan dua bulan dari tuntutan Oditur Militer yang meminta tujuh bulan kurungan penjara terhadap Serka Yudha.

Ketua Majelis Hakim, Letkol Laut (Kh) Koerniawati Syarif SH menegaskan Serka Yudha telah melanggar pasal 378 KUHP junto Pasal 190 ayat 1 UU 31 tahun 1997. Pertimbangan lain dari majelis hakim yakni tindakan Serka Yudha telah melanggar disiplin dan mencemarkan nama baik TNI AD khususnya Kodim 0705 Magelang.

“Menyatakan Serka Yudha Wahyu Windarto secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Memidanakan terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama lima bulan,” kata ketua majelis hakim membacakan putusannya.

Selain memenjarakan Serka Yudha, majelis hakim memerintahkan Bintara tersebut untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 10 ribu. Serka Yudha juga diperintahkan untuk mengembalikan kerugian yang diderita korban, termasuk material rumah yang dibeli menggunakan uang milik NN.

Mendapat vonis itu Serka Yudha tak mengajukan banding dan menerima putusan majelis hakim, sedangkan Oditur Militer Kapten (Chk) Nasution SH menyatakan pikir-pikir atas keputusan tersebut. Majelis hakim memberikan waktu selama tujuh hari kepada Oditur Militer untuk menanggapi vonis yang diberikan kepada terdakwa.

Ditemui usai sidang penasehat hukum korban, Suroso Ucok Kundoco SH melalui asistennya yakni Arti Fudiah mengaku tidak puas dengan putusan hakim atas vonis yang dijatuhkan. Menurutnya vonis lima bulan penjara dianggap terlalu ringan dan jauh dari yang diharapkan yakni lebih dari satu tahun, bahkan masih dibawah tuntutan Oditur Militer yang meminta tujuh bulan kurungan.

Namun demikian Arti Fudiah tetap menghormati putusan itu dan menyerahkan langkah hukum selanjutnya kepada Oditur Militer. “Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Oditur Militer. Semoga eksekusi penahanan dapat segera dilakukan dan uang kerugian yang dialami klien kami dapat cepat dikembalikan,” jelasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI