Tolak Pembangunan Kantor BMT, Petani Lahan Pasir Usir Alat Berat

Editor: KRjogja/Gus

SANDEN, KRJogja.com – Petani lahan pasir dan persawahan di Desa Srigading Sanden Bantul menggelar aksi menolak rencana pembangunan kantor Baitul Maal wa Tamwil dibekas Sub Terminal Agribisnis (STA). Massa mengusir alat berat meninggalkan lokasi STA diselatan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Samas itu.

Pembangunan kantor BMT dibekas STA sebenarnya ironis mengingat masyarakat dikawasan tersebut mayoritas bertumpu disektor pertanian. Sementara dari Panitikismo menyarankan agar pembangunan ditunda dulu dan secepatnya koordinasi dengan pemerintah desa, BMT serta kelompok tani.

Ketua Pasar Lelang Sub Terminal Agribisnis Desa Srigading Sanden, Sunardi mengungkapkan, jika pasar lelang STA tersebut dibangun sekitar tahun 2008. Selanjutnya STA dimanfaatkan petani untuk melelang hasil pertanian baik petani lahar pasir dan persawahan. “Masyarakat Srigading mayoritas petani, sehingga dibangunnya STA wujud perhatian pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Sunardi.

Memang pada awalnya dulu, petani mohon kepada pemerintah agar dibangun pasar lelang. Kemudian permintaan tersebut direalisasikan dan dibangun Sub Terminal Agribisnis. Kemudian STA tersebut dimanfaatkan petani melakukan lelang hasil pertanian beberapa tahun. Namun dalam perjalanannya, infrastruktur di STA mengalami kerusakan. Sehingga petani tidak lagi menggunakan, aktivitas lelang hasil pertanian di rumah warga.

BERITA REKOMENDASI