Topo: Ada Beking Dibelakang Penambang Gumuk

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Keberadaan gumuk pasir di kawasan Parangtritis Kretek Bantul sekarang ini kian terancam keberadaannya. Selain akibat faktor alam, kini praktik penambangan gumuk dipesisir pantai selatan Bantul kembali terjadi. Kondisi tersebut jika tidak segera dihentikan bakal memusnahkan keberadaan gumuk pasir itu. Dalam kondisi seperti ini masyarakat dikawasan Parangtritis mesti didorong untuk menjaga. Dari pantuan KR dilapangan, penambangan gumuk pasir ditengah permukiman masyarakat itu sudah berlangsung  dalam beberapa bulan terakhir. Sementara pihak Desa Parangtritis dengan tegas mengatakan tidak mengetahuhi jika ada penambangan gumuk pasir.

 

Lurah Desa Parangtritis, Topo, Minggu (13/11) menjelaskan, dirinya sama sekali tidak mengetahui   ada penambangan gumuk pasir. “Saya baru tahu  kemarin (Sabtu (12/11)-red), benar saya tidak mengetahui, sebagai kepala desa jika tahu pasti saya larang, karena itu tidak boleh,” ujarnya.  Jika jajarannya tahu tentu akan dilaporkan kepada lurah desa. Namun kenyataannya sampai sekarang ini tidak pernah ada pamong desa melaporkan adanya penambangan.

Selain itu, selama ini desa sama sekali tidak pernah menerima warganya datang ke desa untuk minta ijin melakukan penambangan. Pihaknya yakin pengerukan gumuk dilakukan secara sumbunyi-sembunyi.  “Prinsip desa, jika tidak ada ijin tidak boleh, jika itu nyolong ya itu urusannya orang  nyolong,” tegas Topo.

Dijelaskan praktik penambangan gumuk tersebut ditengarai ada beking dibelakangnya. Masyarakat tidak akan berani menambang gumuk jika tidak ada bekingnya. “Jika tidak ada beking masyarakat tidak akan berani itu,” ujar Topo tanpa membeberkan beking yang dimaksud.  Terkait dengan status tanah,  dikawasan penambangan tersebut ada Sultan Ground dan leter C. Merujuk peta,  pengambilan pasir  gumuk dilakukan diatas tanah leter C. “Melihat dari peta,  memang ada SG dan leter C, tetapi kemungkinan yang diambil diatas itu leter C,”  jelasnya.

Topo mengakui,  diambilnya  gumuk pasir ditengah permukiman warga itu karena akan dimanfaatkan untuk membangun bangunan baru.  Karena disekitarnya sudah padat bangunan, sehingga kawasan itu harus diambil pasirnya jika akan didirikan bangunan baru. (Aje/Aje)

BERITA REKOMENDASI