TPST Piyungan Diperkirakan Hanya Bertahan Setahun Lagi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pemda DIY dituntut mengambil langkah cepat dan tepat menyikapi makin sempitnya area Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Jika pemerintah tidak kunjung melakukan perluasan, TPST Piyungan diperkirakan hanya bertahan setahun kedepan menerima gelontoran sampah dari Bantul, Kota Yogya dan Sleman.

“Kalau sampai sekarang masa depan TPST masih tahap pemikiran, dibahas tidak akan selesai. Yang diperlukan saat ini adalah aksi nyata di lapangan. Kondisi TPST Piyungan sudah sangat dipaksakan untuk terus menerima sampah dari 2 kabupaten dan 1 kota,” ujar Staf TPST Piyungan, Sumarwan.

Sumarwan tidak menampik, saat ini TPST masih menerima pasokan sampah, tapi dalam kondisi dipaksakan. Bahkan saat ini sudah dibuka dua dermaga bongkar di bawah dan atas. Oleh karena itu, Sumarwan berharap pemerintah melakukan langkah-langkah konkret agar TPST Piyungan bisa menampung sampah sebelum ada lokasi baru.

“TPST Piyungan menurut hitungan kami hanya akan bertahan hingga 1 tahun kedepan itupun harus ada pembangunan sarana prasarana pendukung. Salah satunya dengan pembangunan drainase, dermaga pem-bongkaran serta talut bronjong,” ujar Sumarwan.

Jika tiga hal itu tidak dilakukan pemerintah, rasanya sangat berat tetap fungsikan TPST Piyungan sebagai penampung sampah. Sumarwan mengatakan, luasan keselurahan TPST Piyungan sekitar 10 hektare. Kemudian 2016 ada perluasan lahan sekitar 1,9 hektare meski begitu sekarang kondisinya juga sudah sangat penuh sehingga perlu ada penambahan lagi.

“Sudah saatnya ada lokasi baru untuk pembuangan sampah dari Bantul, Sleman dan Kota Yogya. Merujuk data dalam sehari bisa mencapai 700 ton lebih. Dari jumlah itu 50 % dari Kota Yogya, 30 % dari Kabupaten Sleman dan Bantul 20 %,” jelasnya.

Sementara Ketua Paguyuban Pemulung ‘Mardiko’, Maryono, mengatakan kondisi TPST sangat memperihatinkan. Lahan TPST sudah tidak sebanding dengan volume sampah. Sehingga sampah terus menggunung jauh melebihi badan jalan.

“Kalau masih ingin menempati TPST untuk membuang sampah, mohon segalanya dikondisikan, dalam artian jalan harus diperbaiki, jangan sampai becek seperti sekarang ini. Lampu penerangan juga dipasang. Karena janji perbaikan jalan dari pemerintah hingga kini juga tidak tuntas, demikian janji pemasangan lampu juga belum ada,” jelasnya.

Maryono mengatakan, janji pemerintah melakukan perbaikan mestinya dilakukan tahun 2019, tapi semua hanya untuk meredam emosi warga yang waktu itu de-monstrasi memblokir akses menuju TPST. (Roy)

BERITA REKOMENDASI