TPST Piyungan Makin ‘Sesak’, Butuh Lokasi Baru

BANTUL, KRJOGJA.com – Kapasitas Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul sudah tidak sebanding dengan volume sampah masuk setiap harinya.  Sesuai dengan ketentuan, mestinya TPST  Piyungan  seluas 12,5 hektara itu sudah ditutup tahun 2012 lalu. 

Tambahan lahan seluas  2,5 hektare dinilai tidak banyak membantu untuk menampung sampah. Merujuk data TPST Piyungan dalam sehari sampah yang mencapai 586 ton. Sudah saatnya pemerintah  DIY  mencari solusi dengan membangun TPST baru supaya dapat menampung sampah dari Kabupaten Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta yang volumenya tidak bisa dibendung lagi. 

"Dalam sehari TPST Piyungan ini  menerima sampah diangka 586 ton, dari jumlah itu 65% dipasok dari Kota Yogyakarta, Sleman 25% dan sisanya yang 10 % dari Kabupaten Bantul, " ujar Kepala Seksi TPST Piyungan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIY, Sarjani Minggu (6/5).

Dijelaskan, sekarang ini penanganan sampah di TPST Piyungan sudah tidak bisa direkayasa lagi. Kondisi dilapangan sudah tidak memungkinkan lagi untuk disiasati karena lahannya tidak memungkinkan lagi. Belum lagi sering ada komplain warga sekitar lantaran truk sampah tidak langusng masuk ke TPST.   "Sesuai dengan standar operasinya, TPST yang dibuka tahun 1997 ini tutup tahun 2012, tetapi sampai 2018 ini kami terus bertahan dengan segala keterbatasannya," ujarnya.  

Artinya, kata Sarjani selama enam tahun lamanya TPST Piyungan yang sudah overload terus dipaksa menampung sampah masyarakat. Tetapi dari TPST tidak punya pilihan lagi, kecuali bertahan dengan segala cara. (Roy)

BERITA REKOMENDASI