TPST Piyungan Sudah Mencemaskan, Dewan: Kita Jangan Menutup Mata

Editor: Agus Sigit

PIYUNGAN, KRJogja.com – Persoalan di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan mesti mendapat prioritas lebih untuk dicarikan solusi. Anggota dewan Kabupaten, Bantul, Sleman serta Kota Yogyakarta harus ikut memberikan sumbangsih pemikiran memperhatikan urusanyang sangat mendasar tersebut. Sementara kondisi TPST Piyungan sekarang sudah mengkhawatirkan lantaran makin overload.
“Jangan sampai baik dewan, pemerintah, kabupaten, kota dan Pemda DIY menutup mata dengan permasalahan yang sangat mendasar bagi masyarakat ini, harus ada jalan keluar, TPST sekarang sudah overload,” ujar anggota KomisiC DPRD DIY, H Amir Syarifudin, Selasa (5/7).

Terkait dengan perluasan TPST yang tengah jadi polemik. Politisi PKS tersebut mengatakan, jika yang menentukan kajian, Detail Engineering Design (DED) dan lainnya di kementerian di Jakarta. Sedang pemerintah DIY sejauh ini sebatas menyiapkan anggaran pembelian tanah sekitar 6 hekatare, sekitar Rp 14 miliar lebih.

“Itu (anggaran-red) sudah disepakati oleh Banggar, Gubernur dan DPR dalam rapat paripurna. Anggarannya sudah ada, kalau perlu bagi masyarakat yang ingin mengetahui, silakan datang ke DPRD DIY nanti kami jelaskan, ” ujar Amir.

Amir menegaskan, mestinya ada pendampingan bagi keluarga yang sakit dampak dari limbah TPST tersebut. Karena dengan bakteri ecoli dengan pencemaran sumur sudah mengkhawatirkan. Karena penanganan limbah yang sangat tidak profesional. Menurutnya sekarang ini terjadi pengelabuhan di TPST.

“Disitu ada pengolahan sementara pada kenyataannya hanya ada penumpukan, ditumpuk kemudian sampahnya diurug tanah dan begitu seterusnya,” kata Amir.

BERITA REKOMENDASI