Tradisi Padusan Boleh Digelar, Tim SAR Parangtritis Siaga

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJogja.com – Pemerintah Kabupaten membolehkan tradisi padusan menjelang datangnya Bulan Ramadan. Karena dalam SE Bupati Bantul No 452/01184/Hukum terkait PPKM berbasis Mikro tidak ada aturan pelarangan pelaksanaan padusan. Sementara Tim SAR Parangtritis menyiapkan puluhan personel mengawal tradisi padusan menjelang

“Dalam SE yang ditandatangani Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Selasa (6/4) lalu itu berisi tentang pelaksanaan ibadah Ramadan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah/Tahun 2021,” ujar Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Annihayah, Kamis (8/4)

Dijelaskan, Kendati tidak mengatur tradisi padusan, wisatawan atau masyarakat harus taat protokol kesehatan. Dalam SE itu tidak melarang tradisi padusan, tetapi masyarakat yang tradisi padusan menjaga prokes. Mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihaknya telah mengajukan surat permintaan penambahan personel dari Sat Pol PP, Polres Bantul, TNI, Dinas Perhubungan, Kalurahan Parangtritis Satgas Covid tingkat kalurahan serta kapanewon.

Kepala Sat Pol PP Bantul, Yulius Suharta mengatakan, pengawasan ketat terkait tradisi padusan bakal dilakukan. Pengawasan terkait pelaksanaan prokes. Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Bantul, Ali Sutanta Jaka Saputra mengatakan, skenario pengamanan tradisi padusan di Pantai Parangtritis sudah disiapkan. “Kita kerahkan seluruh personil SAR karena tradisi padusan tidak hanya di Pantai Prangtritis namun sampai ke Pantai Depok,” ujarnya. Jajaran SAR Satlinmas Parangtritis menyiapkan anggota 69 personel untuk pengamanan pengunjung Parangtritis dan Depok. ” Kami minta kepada wisatawan atau warga yang ingin padusan mewaspadai palung. Jangan terlalu ke tengah dan patuh kepada imbauan SAR,” ujar Ali. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI