Truk Sampah Antre Dua Jam Masuk TPST Piyungan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Antrean ratusan armada sampah menuju Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul tidak bisa dihindari, Kamis (20/01/2022). Bahkan untuk sekali bongkar satu truk mesti antre hingga dua jam lebih. Sementara pihak TPST Piyungan Bantul mengklaim jika baru Selasa lalu antrean panjang lebih 1 km terjadi.

“Sudah tiga hari ini semua armada sampah harus antre. Bahkan sampai satu setengah jam lebih untuk bisa bongkar muat,” ujar Kasidi seorang sopir truk sampah asal Sleman ditemui di TPST Piyungan.

Persoalan di TPST Piyungan sudah pasti berimbas kepada masyarakat karena biasanya sehari bisa bongkar dua truk. Tetapi karena ada trouble di dermaga TPST pada akhirnya sehari hanya bisa sekali angkut.

Oleh karena itu Kasidi sangat berharap dermaga bongkar sampah tidak hanya satu sehingga ketika satu lokasi tersendat, lainnya tetap bisa jalan. Menurutnya, imbas dari antrean di TPST Piyungan pengeluaran membengkak.

“Bayangkan saja ketika harus antre berjam-jam kita juga harus mengeluarkan biaya makan. Lebih parah lagi biasanya dalam sehari dua kali bongkar muat, sekarang hanya satu kali. Kondisi ini benar-benar sangat memberatkan,” ujarnya.

Sementara salah satu sopir truk sampah lainnya, Teguh mengungkapkan persoalan di TPST Piyungan sebenarnya hanya berkutat di itu-itu saja. “Masalahnya dermaga untuk bongkar muat sampah itu hanya satu, dalam kondisi hujan seperti ini pasti terhambat,” ujarnya.

Lelaki tersebut mengungkapkan, jam 11.00 WIB ia baru berangkat bisa dan setelah magrib baru bisa bongkar muat sampah. Oleh karena itu ia sangat berharap agar tata kelola TPST Piyungan dibuat seefektif mungkin.

Ditemui terpisah Staf TPST Piyungan, Sumarwan mengatakan antrean sampah sudah terjadi sejak awal pekan ini. Namun sejak Selasa lalu kondisinya makin parah karena mengular lebih 1 km dari lokasi bongkar.

“Tidak bisa bongkar karena curah hujan tinggi, tanah timbunan dilandasan juga ikut terdorong alat berat sehingga harus nimbun lagi. Sementara dermaga juga terlalu sempit,” ujarnya.

Dijelaskan skenario lainnya, awal April lokasi bongkar pindah di zona B yang sudah dibuatkan aksesnya sekarang ini. Sambil menunggu di lokasi dekat tampungan 1,9 hekatare selesi ditata. Namun Sumarwanpun mengungkapkan jika zona B hanya mampu bertahan sekitar 2 bulan menampung sampah. (Roy)

BERITA REKOMENDASI