Tuding Keluarga Beri Keterangan Palsu

BANTUL (KRjogja.com)- Kasus meninggalnya pasien secara mendadak di Rumah Sakit Rachma Husada  terus menggelinding dan melalui kuasa hukumnya Tri Suyud Nusanto SH SSi MA MM MTh justru menuding Yuli Samsidah selaku keluarga pasien telah pernyataan palsu kepada media massa.

Pernyataan yang dinilai Suyud tidak sesuai fakta diantaranya tentang Yuli yang ikut menunggui pasien selama di rumah sakit. Padahal sebenarnya yang menunggui adalah ibu pasien. Kini rumah sakit bakal menuntut balik Yuli lantaran sudah mencemarkan nama baik rumah sakit.

(Baca juga Pasien Pakai BPJS Kesehatan, Dipindah ke Kelas VIP)

"Pernyataan jika pasien sudah diboleh pulang, itu tidak benar. Rumah sakit tidak memberikan izin pasien pulang karena masih sakit dan membutuhkan perawatan,” ujarnya kepada wartawan di RS Rachma Husada Jalan Parangtritis Patalan Jetis Bantul, Rabu (03/08/2016).

Karena itu, kata Suyud  Ny Sumarsih meninggal akibat dugaan malpraktik di rumah sakit tidak benar sesuai dengan verifikasi internal. Manajemen tidak menemukan kelalaian seperti tuduhan keluarga pasien. Bahkan, langkah yang diambil dokter dan tenaga medis sesuai dengan SOP.  

"Manajeman rumah sakit dan tim komite medik sudah melakukan verifikasi mendalam. Semuanya sesuai standar di Rumah Sakit Rachma Husada. Kami sebetulnya beritikad baik, dua kali sudah kami ke rumah pasien tetapi tidak ditanggapi," jelas Tri Suyud Nusanto didampingi  Haryanto AMK (Manajemen Mutu Pelayanan)  dan Dewi Rohmawati SKeb (Kasi keperawatan). (Roy)

BERITA REKOMENDASI