Turun Langsung, Kapolres Beri Arahan Pengelola Wisata

BANTUL,KRJOGJA.com – Persoalan jalur rawan kecelakaan terus saja jadi sorotan setiap kali mendekati liburan Labaran. Sehingga tidak heran pada saat puncak liburan petugas Kepolisian, Dinas Pehubungan dan relawan harus bekerja ekstra keras dijalur wisata itu.  Dari pemetaan sementara, Jalan Imogiri-Dlingo jadi ruas paling rawan timbulnya kecelakaan. 

Kekhawatiran itu masuk akal karena pada musim libur sebelumnya sekitar empat kasus kecelakaan terjadi dengan melibatkan mobil dan bus berkuran besar. Bahkan Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi SIK MM turun langsung melakukan pengecekan jalan, Rabu (7/6/2017) sore.

Imam menjelaskan, jika kunjungannya ke Dlingo untuk melihat langsung situasi dan prasarana jalan. Selain itu pihaknya juga memberikan arahan untuk kepada pengelola kawasan wisata Dlingo. Terutama ketika menghadapi liburan Lebaran dan cuti bersama mendatang. “Kami melihat langsung titik rawan serta memberikan arahan kepada warga menghadapi liburan mendatang,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pehubungan (Dishub) Bantul Bantul, Aris Suharyanta, Rabu (7/6/2017) mengatakan, jalur rawan kecelakaan selain ruas Cinomati penghubung Kecamatan Pleret – Dlingo. Jalur Imogiri-Mangunan menjadi daerah yang mendapatkan perhatian khusus.  Karena ketika memasuki liburan sekitar 2.000 kendaraan melintasi jalur berkelok dan curam itu. Menurutnya potensi kecelakaan dikawasan itu cukup tinggi, apalagi bagi bus atau kendaraan besar dengan penumpang banyak.

“Jalur Mangunan sering terjadi kecelakaan karena medannya sangat curam, dan bus wisata kami larang lewat Cinomati,” kata Aris.

Mencegah terjadinya insiden kecelakaan, pihaknya kedepan bakal menyiapkan banyak personel sepanjang jalur Imogiri-Dlingo. Personel iitu juga ditopang oleh relawan dan petugas kepolisian  yang berjaga dititik-titik rawan kecelakaan.

“Kebijakan ini kami ambil karena rencana pengaktifan terminal di Imogiri rasanya sulit direalisasikan pada musim libur Lebaran tahun ini,” jelas Aris.

Sulitnya mengaktifkan  kembali terminal Imogiri, karena kewenangan pengelolaannya belum ada kejelasan. Bahkan Dishub dua kali melakukan pelacakan terkait status penggunaan lahan terminal itu.  Hasilnya didapat informasi jika tanah tersebut awalnya adalah tanah kas desa kemudian disewa Pemkab Bantul. Jika terminal itu bisa beroperasi, rencananya akan digunakan untuk pemberhentian akhir bus wisata menuju ke Mangunan. Selanjutnya dari terminal Imogiri menuju Mangunan menggunakan transpotasi lokal. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI