UAD Luncurkan Shelter Covid-19

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr Muchlas MT meluncurkan Shelter Covid-19 di Gedung Persada, Kampus Utama UAD, Ringroad Selatan, Bantul, Kamis (04/02/2021).

Sebelumnya, dr M Junaidi selaku Direktur Shelter Covid-19 UAD melaporkan, pandemi Covid-19 tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah dan sektor kesehatan. “Setiap individu, institusi dapat mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19,” ujarnya.

Khususnya Shelter UAD telah mendapatkan visitasi dari Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Pemda Bantul, Gugus Tugas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Ditambahkan M Junaidi, penggunaan shelter bagi warga UAD ‘free of change’, bagi warga Muhammadiyah Rp 200.000/hari dan bagi masyarakat sekitar Rp 250.000/hari.

Sedangkan Rektor UAD, Dr Muchlas MT dalam sambutan mengatakan, pembukaan Shelter Covid-19 UAD merupakan salah satu bentuk tanggungjawab dan kepedulian UAD sebagai institusi pendidikan, sekaligus sebagai wujud pengabdian institusi terhadap masyarakat. Disampaikan Muchlas dalam sambutannya, sejak Maret 2020 lalu UAD telah membentuk Tim Satgas Covid-19 berperan aktif pencegahan dan pengendalian Covid-19 di lingkungan UAD.

Selain itu, UAD membentuk Satgas Peduli Covid-19, mengembangkan Pistol Covid-19 yang diproduksi secara massal. “Setelah 1 tahun lebih terbentuk, Satgas Peduli Covid-19 dihentikan dan dibuat Shelter Covid-19 ini,” ucapnya.

Ditegaskan Muchlas, Shelter UAD ini digunakan untuk isolasi bagi warga yang positif tanpa gejala atau dengan gejala ringan. Bangunan shelter sebelumnya digunakan pesantren terdiri dari 5 lantai, 1 lantai untuk office, ruang olahraga untuk warga shelter dan 1 kamar VIP. Lantai 2-5 terdiri dari 48 kamar yang digunakan untuk isolasi dan tindakan kesehatan oleh perawat/dokter sebelum dilakukan rujukan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul.

Usai peluncuran dilakukan peninjaun shelter lantai 1-5 dari ruang ke ruang. Dokter M Junaidi menjelaskan alur shelter, seperti calon warga shelter melakukan skrining mandiri (pengukuran suhu, tensi dan saturasi). Rektor UAD dan Ir Azman Latif selaku Sekretaris Badan Pelaksana Harian (BPH) UAD mencermati sarana-prasarana shelter. (Jay)

BERITA REKOMENDASI