UAD Mulai Kuliah Online 21 September, Rektor: Kami Siap Hadapi Era Disrupsi Pendidikan

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Tantangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat ini memasuki fase yang sangat dinamis seiring munculnya berbagai isu disrupsi mendera dunia pendidikan oleh berbagai faktor, seperti revolusi industri 4.0, pandemi Covid-19. Perkembangan dan perubahan-perubahan regulasi serta kebijakan pendidikan tak terduga.

Demikian ditegaskan Dr Muchlas MT, Rektor UAD saat melantik Kepala Unit Kerja dan Kepala Bidang di Lingkungan UAD periode 2020-2024 di Aphitarium Kampus 4 Ringroad Selatan, Bantul, Sabtu (05/09/2020) sore. Rektor UAD melantik sebanyak 39 orang Kepala Biro, Lembaga, Badan dan Kantor di lingkungan UAD. Hadir dalam kesempatan itu, Prof Dr Marsudi Triatmojo SH MML (Ketua Badan Pelaksana Harian/BPH UAD), para Wakil Rektor, dekan dan kaprodi.

Menurut Muchlas, perubahan-perubahan pendidikan tidak terduga karena ada fasilitas open source yang dapat diakses dengan mudah melalui internet oleh masyarakat. “Hal ini telah memunculkan konsep- konsep baru dalam penyelenggaraan institusi pendidikan tinggi seperti cyber campus, cyber university, online university dan sejenisnya,” ucapnya.

Ditegaskan Muchlas, munculnya pandemi Covid-19 secara global, mendadak dan tak terduga menjadikan dunia pendidikan tinggi harus melakukan penyesuaian terhadap tata kelola agar dapat bertahan dalam waktu panjang.

Pada sisi lain, kebijakan terbaru dari pemerintah khususnya tentang akreditasi, kampus merdeka telah membawa implikasi berubahnya kebijakan-kebijakan tata kelola secara internal yang kesumuanya itu harus direspons secara cepat, tepat dan bijak.

Sedangkan saat wawancara dengan wartawan, Rektor UAD antara lain mengatakan, UAD mulai melakukan kuliah online 21 September mendatang. “Perkuliahan UAD secara online mulai 21 September hingga November. Melihat perkembangan kalau sudah memungkinkan secara bertahap, setelah November kuliah online dan tatap muka,” ucapnya.

Kemudian soal mahasiswa baru, UAD tetap mentargetkan menerima 6.500 mahasiswa baru. “Sampai hari ini yang sudah regestrasi mahasiawa baru sekitar 5.000-an,” tandasnya. (Jay).

 

UAD

BERITA REKOMENDASI