Unik, Tradisi Guyangan Rajakaya

BANTUL (KRjogja.com) – Tradisi guyangan rajakaya atau memandikan sapi di Dusun Pokoh 2 Desa Dlingo Kecamatan Dlingo Bantul punya arti penting bagi masyarakat. Guyangan rajakaya oleh masyarakat biasanya diselenggarakan menjelang  Hari Raya Idul Adha. 

Tradisi tersebut  diyakini bakal memberikan manfaat kepada warga pemilik hewan ternak serta masyarakat secara umum.  Guyangan rajakaya merupakan salah satu agenda dari merti Dusun di Pokoh 2 Dlingo Bantul. Dalam acara juga dihadiri Wakil Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih, Kapolsek Dlingo AKP Amir Machmud SH, Ketua PCNU Bantul, H Yasmuri MPdI, Camat Dlingo Susanto, Dukuh Pokoh 2 Haryono.

Sesepuh kampung Legiman mengungkapkan, intinya tradisi itu sekadar meneruskan warisan leluhur kampung Pokoh 2. "Guyangan rajakaya sudah ada sejak leluhur kami ada di kampung ini ada. Tetapi sekarang ini setiap tahun sekali kami adakah upacara ada ini agar nilai-nilai dari tradisi guyangan rajakaya ini sampai kepada generasi muda," ujar Legiman.  Dijelaskan, dengan tradisi itu, warga percaya Allah akan memberikan kesehatan kepada hewan ternak. Sehingga dalam perjalanannya akan memberikan rezeki kepada warga pemiliknya. Menurutnya, hewan sekalipun jika mendapat perlakuan secara baik dan keikhlasan dalam merawat berdampak kepada hewan itu sendiri.

Sementara dalam prosesi guyangan rajakaya itu puluhan sapi dan kambing dikirab lewat jalan kampung menuju sumber air. Sapi sapi tersebut selanjutnya dimandikan satu persatu menggunakan untaian daun dadap. Prosesi kemudian sapi diberi aneka makanan berupa nasi serta gudangan. (Roy)

BERITA REKOMENDASI