Upaya Pengurangan Angka Kemiskinin Perlu Validasi Data

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Upaya pengurangan angka kemiskinan di Bantul, perlu adanya validasi data, dengan pembuktian sesuai prosedur dan pengurangan beban serta pemberdayaan usaha mandiri bagi warga kurang mampu, dengan dukungan dan pendampingan pemerintah setempat. Sekretaris Sumberdaya dan Kesejahteraan Rakyat Bantul, Ir Pulung Haryadi MSi mengemukakan hal itu dalam penyampaian kesimpulan pembentukan tim kreatif program penanggulangan kemiskinan di Kantor Bappeda Bantul, kemarin.

Pembentukan tim kreatif penanggulangan kemiskinan dilakukan Pappeda Bantul bekerjasama dengan Program Uitzending Manajer (PUM) Netherlands Senior Expets yang dipimpin Anne Hellen Bijl selama 8 hari diakhiri dengan penyampaian kesimpulan. Ir Pulung mendukung dan apresiasi terhadap upaya Bappeda Bantul yang bertujuan mengurangi angka kemiskinan di Bantul yang saat ini angkanya masih berkisar 12.9 persen.

“Dengan program penanggulangan kemiskinan melalui pembentukan tim kreatif ini diharapkan pengurangan angka kemiskinan setiap tahun ratarata 1 persen, sehingga pada 2021 mendatang angka kemiskinan di Bantul tinggal kurang dari 10 persen,” ungkap Pulung.

Baca juga :

Jembatan Selopamioro Terancam Ambrol
Pasar Prawirotaman dan PASTY Dikonsep Modern

Sementara Anne Hellen yang selama sepekan telah melakukan monitoring di tempat-tempat industri kerajinan dan di desa yang angka kemiskinannya tinggi mengungkapkan, dalam upaya penanggulangan kemiskinan, semua anggota tim kreatif perlu menyampaikan ide-ide kreatif dan niat tulus, kemudian dilakukan pembicaraan bersama. “Dalam kebersamaan itu buatlah sesuatu yang sederhana dan nikmati itu,” kata Hellen.

Menurut Hellen, saat mengunjungi Desa kerajinan kayu ukir di Krebet diterima data angka pengangguran di Krebet nol persen atau hampir tidak ada warga yang menganggur, karena warga yang tidak memperoleh kesempatan menjadi pegawai negeri ikut menjadi pekerja di kerajinan kayu ukir. “Tetapi di Krebet masih ditemui warga yang miskin.Karena itu, walaupun di Krebet sudah termasuk maju industri kerajinannya, tetapi masih harus melakukan inovasi terus,” jelasnya. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI