UPY MoU dengan Pemkab Bantul, Realisasikan Desa Wisata dan Budaya

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) ingin merealisasikan Desa Wisata dan Desa Budaya. Setelah adanya penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) secepatnya dilakukan sinkronisasi yang konstruktif antara UPY dan Pemkab Bantul.

Demikian diungkapkan Rektor Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) Dr Ir Paiman MP saat penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di Auditorium UPY, Jalan IKIP PGRI, Sonosewu, Bantul, Rabu (13/10/2021). MoU ditandatangani Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih dan Dr Ir Paiman MP disaksikan Armansyah Prasakti SH SPn MH (Ketua Pengurus Yayasan Pembina UPY), Drs Helmy Jamharis MM (Sekda Bantul), Dr Septian Aji Permana MPd (Wakil Rektor Bidang III – Kemahasiswaan dan Kerja sama).

Menurut Paiman, setelah ada MoU secepatnya direalisasiikan. “Jangan sebaliknya setelah ada MoU, justru diam dan tidak melakukan apa-apa,” ujarnya mengingatkan.

Disampikan Paiman, UPY bendomisili di Kabupaten Bantul sudah berdiri sejak tahun 1962 sebelumnya bernama 1KIP PGRI Yogyakarta, kemudlan berubah menjadi Universitas tahun 1997. UPY saat ini memiliki 23 Program Studi terdiri dari : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ada 10 prodi. Fakultas Sains dan Teknologi terdiri dari 7 prodi Fakultas Pertanian ada 2 prodi, Fakultas Bisnis ada 3 prodi, Pasca Sarjana 1 prodi.

Guna meningkatkan daya saing selama tahun 2018 sampai dengan 2020 UPY udah berhasil memperoleh izin pembukaan 11 prodi baru, diantaranya Prodi PG-PAUD, Prodi PLB, Prodi Teknik Industri, Prodi Farmasi‚ Prodi Gizi, Prodi Biomedis, Prodi Elektromedis, Prodi Arsitektur, Prodi 1HP serta Prodi Vokasional Otomotif. Prodi terbaru kami baru saja memperoleh izin operasional untuk program studi Bisnis Digital. “Saat ini kami sedang menunggu keluamya izin operasional untuk prodi S2 Pendidikan Dasar serta Imu Keolahragagn‚” ujarnya.

Selain itu untuk jangka panjang kami menyiapkan untuk dapat membuka Fakultas Kedokteran. Sedangkan Armansyah Prasakti SH SPn MH selaku Ketua Pengurus Yayasan Pembina UPY dalam sambutan antara lain mengatakan, adanya MoU diharapkan mempunyai dampak konstruktif bagi UPY dan Pemkab Bantul. Selain itu, adanya Desa Wisata dan Budaya punya dampak secara ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami yakin kehadiran UPY di Kabupaten Bantul juga membawa dampak positif bagi perkembangan masyarakat Kabupaten Bantul,” ujarnya.

Armansyah Prasakti menegaskan kembali, meningkatnya perekonomian masyarakat khususnya di Kecamatan Kasihan membawa efek kesejahteraan. Sementara itu, Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih dalam kesempatan itu menegaskan, Bantul memiliki 5 visi pembangunan.

Pertama, penguatan reformasi birokrasi menuju pemerintahan efektif, efesien danakuntabel dengan pelayanan prima. Kedua, pengembangan SDM unggul, berkarakter dan berbudaya istimewa. Ketiga, pengembangan potensi lokal, teknologi dan investasi. Keempat, meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan infrastruktur. Kelima, penanggulangan kesejahteraan sosial secara terpadu. “Lewat MoU dengan UPY bisa berperan serta mewujudkan 5 visi Pemkab Bantul,” tandasnya. (Jay)

BERITA REKOMENDASI