Usaha Teguh Tetap Tegak Ditengah Badai Covid- 19

“Kebijakan pemerintah restoran tidak boleh melayani makan di tempat, berdampak positif pada usaha kerajinan bambu. Karena ada restoran ayam goreng pesanan tempat makanan untuk konsumen dibawa pulang itu 500 hingga 700 buah per Minggu,” ujar Teguh.

Selain bertumpu pada pasar nusatara, Teguh Pramono juga tengah gencar gencarnya melayani permintaan Malaysia dan Rusia. Dari Malaysia dan Rusia hampir setiap bulan ada permintaan meskipun tidak langsung datang ke Karangasem Muntuk Dlingo.

“Kami memang merasakan dampak pandemi Covid- 19 awal tahun lalu tetapi itu hanya sebentar, sekarang sudah pulih. Hampir setiap pekan sekali ada pengiriman di DIY dan sekitarnya,” ujarnya. Teguhpun bersyukur di tengah kondisi serba sulit ini bisa berkarya, berproduksi sehingga menampung pekerja.(Roy)

BERITA REKOMENDASI