Usik Kenyamanan , Warga Brajan dan Ponpes Desak Kopi Bento di Tutup

BANTUL,KRJOGJA.com –  Dianggap mengusik kenyamanan, warga kawasan Brajan Tamantirto, kafe Kopi Bento yang berdiri di kawasan padat penduduk dan 8 m dari pondok pesantren. Kopi Bento yang setiap harinya menggelar live musik dan selalu dipadati pengunjung menimbulkan kerumunan meresahkan warga bahkan utamanya penghuni ponpes.

Dukuh Brajan, Wiji Wiyono, Jumat (11/12) saat rapat koordinasi di Kantor Satpol PP Bantul  menuturkan ia mewakili warga  memgakui bahwa ijin lokasi , sosialisasi serta HO alias ijin ganguan bahkan IMB belum dapat ditunjukkan oleh pihak Kopi Bento.

“Dari pemilik Kopi Bento belum pernah ada sosialisasi. Kami berterimakasih usaha ini telah mengangkat ekonomi wilayah di kawasan kami tetapi ijin resmi harus tetap ada,” jelasnya.

Ketua RT 07 Brajan, Sumardiyono mengeluhkan rumahnya terletak bersebelahan persis dengan kafe Kopi Bento. Bagi warga sekitar banyak aduan utamanya suara musik yang keras hampir sampai malam tiap hari.

“Padahal banyak warga sekitar usia sekolah dan membutuhkan ketenangan saat belajar. Paling ironis kawasan ini sangat berdekatan dengan pondok pesantren kampus Alma Ata yang kesehariannya melakukan ngaji, menghafal Al-Quran dan aktivitas religi lain. Bagaimana mungkin saat santri berkonsentrasi menghafalkan Al Quran harus bersaing dengan suara musik yang keras,” tegasnya

Ia juga mengeluhkan aktivitas ramai dan kerumunan juga mengganggu akses warga keluar masuk karena parkir kendaraan sampai memenuhi badan jalan. Pihaknya berharap keberadaan Kopi Bento jangan sampai menambah angka Covid di Tamantirto. Maka dari itu warga kawasan sekitar mendesak Satpol PP untuk menutup sementara Kopi Bento sampai benar benar ada solusi bersama.

Keluhan yang sama disampaikan oleh warga RT 09 yang diwakili  oleh Ketua RT 09, Bapak Sihono.

Berdasarksn investigasi warga , live musik yang keras dilakukan sejak 5 sore hingga lewat pukul 12 malam. Suara musik tembus hingga ke ponpes yang kebanyakan calon calon Hafiz Al-Quran. Belum lagi parkir yang menghalangi warga sekitar lewat.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Bantul, Supriyanta menegaskan rapat koordinasi ini untuk duduk bersama mencari solusi sementara pihak Satpol PP sesuai dengan Tupoksi menjalankan penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan memberi kenyamanan dan situasi kondusif masyarat Bantul.

Pemilik Bento tidak hadir dalam rapat tersebut dan hanya mengirimkan perwakilan manajemen saudara  Aan Mulyadi.  (Aje)

 

BERITA REKOMENDASI