Ustad Jazari Ngaji dengan Gaya Wali Di Masjid Al Ikhlas Ceme

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Bertempat di Masjid Al Ikhlas Ceme Srigading, Jum`at (9/6) digelar Pengajian Menyambut Nuzulul Qur`an dengan menghadirkan Ustad Jazari, S.Ag dari Nanggulan Kulonprogo yang memiliki cirikhas memadukan dakwah dan seni Wayang Kulit. Kurang lebih lima ratus jamaah memadati halaman masjid. Tampak hadir pula Lurah Desa Srigading Wahyu Widada, SE beserta pamong desa, Alim Ulama di wilayang kring I Serigading dan para tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya Wahyu Widada mengatakan, kegiatan yang digelar di “dusun budaya” ini sejalan dengan Visi Misi Desa Srigading “ SEGARA MUKTI” yang kepanjangannya Setya Marang Agama lan Budaya, Mandiri, Unggul, Karakter,  Tangguh, Inovatif. Selain sebagai dusun penyangga budaya Desa Srigading, Ceme juga sebagai pilot proyek pengelolaan sampah secara mandiri melalui wadah “Bank Sampah Alam Lestari” yang sudah mendapat penghargaan dari pemerintah maupun UGM bahkan mendapat perhatian dari dosen mancanegara. 
Digelarnya pengajian akan semakin memperkokoh ukhuwah di Ceme khususnya serta dusun sekitarnya.

Wakil Ketua Takmir Masjid Al Ikhlas Drs. Sutanto menambahkan, Peringatan Menyambut Nuzulul Qur`an mengambil tema “ Budaya Qur`ani Wujudkan Masyarakat Islami”, dengan harapan Alqur`an tak hanya dibaca namun yang lebih penting adalah diambil maknanya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menuju masyarakat Islami. Sehingga dipilihnya Ustad Jazari dengan dakwah media wayang kulit sebagaimana para wali sangat pas untuk konsumsi masyarakat di Ceme dan sekitarnya.

Di awal tausiahnya, Ustad Jazari sangat terkesima dengan kreativitas pemuda Ceme yang menyulap botol bekas menjadi hiasan lampu warna-warni yang menarik. Jazari mengajak segenap jamaah tak lupa melakukan keutaman puasa yakni mensegerakan berbuka dan mengkahirkan sahur. Inti dari puasa manusia harus bisa mengekang hawa nafsu. Dalam dunia pewayangan hawa nafsu digambarkan melalui Raksasa yang senantiasa memperturutkan hawa nafsu mengesampingkan akal dan budi. (*)

Pengirim : Drs. Sutanto (Wakil Ketua Tamir Masjid Al Ikhas Ceme Srigading Sanden)

 

BERITA REKOMENDASI