Vaksin Sasar Penyandang Disabilitas

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Program vaksinasi Covid-19 di Pemkab Bantul mulai menyasar kepada penyandang disabilitas. Awal pelaksanaan vaksinasi penyandang disabilitas Kamis (19/08/2021) di halaman Kantor Dinkes Bantul dengan disaksikan Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih dan Kepala Dinkes Bantul, Agus Budi Raharja SKM MKes.

Bupati Bantul mengemukakan, program vaksinasi bagi penyandang disabilitas dimulai Kamis (19/8) dengan sasaran 6.000 seluruh penyandang disabilitas di Bantul. Tetapi  target awal separoh atau 50 persen dari jumlah penyandang disabilitas sekitar 3.000 orang, yang umurnya sudah 18 tahun ke atas. “Untuk vaksinasi khusus disabilitas menggunakan vaksi merek Sinovam yang sudah direkomendasikan dari pusat maupun DIY,” jelas Bupati Bantul.

Sedangkan droping vaksin Sinovawam untuk kegiatan vaksinasi awal baru terkirim sebanyak 1430 dosis yang diperkirakan akan habis untuk tiga hari. Tempat vaksinasi selain di Kantor Dinkes juga dilakukan di  SLB dan pusat Rehabilitasi Disabilitas Pundong. “Tetapi sebelum habis, kami akan minta droping susulan untuk memenuhi target 3.000 warga disabilitas,” tambah Bupati Bantul.

Menurut Halim, pelaksanaan vaksinasi bagi warga disabilitas ini juga merupakan bentuk perhatian kepada warga disabilitas dalam peningkatan pelayanan. Bentuk peningkatan yang lain, tahun ini Kantor Pemkab Bantul sedang dibangun lift, sehingga ke depan semua warga , termasuk warga disabilitas bisa langsung ke ruang Bupati atau mengikuti semua rapat yang digelar di lantai tiga.

Sebelumnya tidak bisa, karena tidak ada sarana liftnya. Sarana atau akses sibilitas umum dan warga disabilitas juga akan diupayakan di semua perkentoran ,sehingga warga disabilitas bisa langsung menemui kepala dinas atau kantor di ruang kerjanya.

Ditambahkan, program vaksinasi untuk ibu hamil juga sedang digalakkan, yang hingga Rabu (18/08/2021) sudah ada 240 ibu hamil menjalani vaksinasi.

Kepala Dinkes Bantul Agus menambahkan, terkait penggunaan vaksin khusus disabilitas dengan merek Sinovam tersebut sudah menjadi ketentuan dari pusat, pemerintah daerah tinggal menyalankan saja. “Mungkin merupakan uji klinik, untuk vaksinasi khusus disabilitas menggunakan Sinovam,” pungkas Agus. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI