Volume Sampah di Pantai Selatan Meningkat

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Volume sampah yang mengalami peningkatan tidak hanya di kawasan pemukiman penduduk, namun juga terjadi di kawasan pantai selatan. Peningkatan volume sampah akibat dampak banjir akhir November lalu tersebut mencapai 25 kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Bantul, Bangun Rahino, menuturkan sampah yang kebanyakan masuk ke pantai selatan berupa material kayu dan sampah rumah tangga. Dengan kondisi ini pengambilan sampah butuh durasi yang lebih lama dan berulang-ulang.

"Rata-rata satu truk perhari rutin mengambil sampah ke pantai selatan bahkan selalu bolak-balik," jelasnya.

Penumpukan sampah itu akibat terbawa arus banjir dari beberapa sungai yang berhulu ke pantai selatan. Hingga saat ini belum semua sampah dapat dievakuasi seluruhnya.

"Beberapa sampah terutama sampah yang berat-berat masih terkumpul di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) terdekat," imbuhnya.

Bangun akan berupaya pembersihan sampah di kawasan pantai selatan tetap diefektifkan serta dimaksimalkan. Hal ini karena pada pertengahan Desember 2017 hingga Januari 2018 mendatang sudah memasuki musim libur sekolah, Natal dan Tahun Baru 2018.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Drs Masharun Ghozalie MM, membenarkan akibat bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu kini sampah-sampah di beberapa tempat terutama di kawasan bencana mulai menggunung. Sementara dari 16 armada pengangkut sampah yang dimiliki DLH, yang dapat mengakut sampah secara efektif hanya lima armada. Namun demikian, penambahan armada pengangkut sampah sudah diusulkan melalui anggaran daerah. (Aje)

BERITA REKOMENDASI