Warga Bantul Frustasi Hadapi Wabah Chikungunya

BANTUL, KRJOGJA.com – Dalam kurun waktu dua bulan terakhir puluhan warga Dusun Brajan Kalurahan Wonokromo Kapanewon Pleret Bantul diduga terserang chikungunya. Hingga kini masih ada sejumlah tidak berdaya dibekap penyakit tersebut. Sementara warga minta ada langkah kongkret pemerintah agar wabah chikungunya di Brajan segera berlalu salah satunya dengan penyemprotan.

Ny Atun Lestari, warga Brajan ditemui , Kamis (15/4/2021) penyakit chikungunya membuat penderita tidak mampu berjalan. Dibagian persendian juga terasa sangat sakit, selain itu menyebabkan kaki bengkak. “Saya lima hari badan terasa gregesi, panas muncul bintik merah. Rasanya sangat sakit sekali,” ujarnya. Menurutnya serangan chikungunya punya dampak sangat berat bagi masyarakat. Sudah lama warga menunggu tindakan pemerintah agar penyakit ini selesai. Tetapi sepertinya warga dibiarkan berjuang sendiri menghadapi persoalan ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Ny Ngaisah, ketika sudah diserang chikungunya badan terasa panas, mual, persendian terasa sakit. Oleh karena itu, sejak dua bulan lalu warga Brajan frustasi menghadapi penyakit yang tidak kunjung ada penangkalnya. Kondisi makin berat ketika chikungunya hingga kini belum bisa ditanggulangi bertepatan dengan Bulan Ramadan.

BERITA REKOMENDASI