Warga Blokade Jalan Menuju TPST, Sultan Diminta Turun Langsung

BANTUL, KRJOGJA.com – Ketidakpuasan warga terhadap pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul mencapai puncaknya, Minggu (24/3/2019). Kekecewaan diwujudkan warga dengan memblokade akses menuju dermaga TPST Piyungan Bantul. Mereka minta pemerintah serius menangani persoalan sampah di TPST Piyungan.  Muncul kesan selama ini penanganan sampah di TPST Piyungan kurang serius. Salah satu indikasinya banyak persoalan yang merugikan masyarakat tidak kunjung diperbaiki.  

"Warga memblokade jalan dan melarang truk sampah itu bukan berarti lokasi ini tidak boleh untuk membuang sampah.  Tetapi kami ingin pemerintah itu serius memperhatikan lingkungan, serta melakukan perbaikan di TPST Piyungan," ujar tokoh masyarakat Wagiman. Wagiman mengungkapkan, penolakan warga terhadap truk sampah karena dermaga pembongkaran di TPST Piyungan tidak layak.  Akibatnya, banyak truk tidak bisa langsung masuk kompleks TPST dan justru antre di sepanjang jalan.  

Ketika truk antre dijalan menuju TPST Piyungan, warga sangat dirugikan. Karena mayoritas truk tersebut membawa sampah mengandung air.  "Saat truk antre di jalan dengan panjang hampir 1 km, setiap truk mengeluarkan air dan menetes baunya tidak sedap. Padahal semua tercecer dekat permukiman warga," ujarnya.  

Masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani sampah.  Karena persoalan tersebut sudah seringkali disampaikan ke pemerintah.  Namun mulai soal jalan rusak hingga buruknya dermaga pembuangan sampah belum ada penanganan. "Warga sebenarnya tidak keberatan kawasan ini untuk membuang, tetapi tolong pemerintah memberikan solusi bagaimana agar tidak terjadi antrean truk dan jalan diperbaiki. Kami minta seperti itu karena warga yang kena dampaknya dari buruknya pengelolaan di TPST Piyungan ini," ujarnya.

Selain itu Wagiman dan warga lainnya merasa kerusakan jalan menuju TPST Piyungan sudah sangat parah.  Sehingga tidak jarang pengendara motor jatuh akibat kondisi itu. "Memang semua truk tidak boleh masuk TPST, alasan kami dermaga sulit untuk digunakan membongkar sampah.  Jika truk tetap masuk pasti sampah akan dibongkar dijalanan. Siapa yang dirugikan, jelas warga karena sampah di jalanan, " jelasnya.

Wagiman mengungkapkan, persoalan di TPST Piyungan akan selesai jika Ngarso Dhalem Sri Sultan Hemengku Buwono X turun langsung melihat kondisi sebenarnya. Tidak selesai jika  hanya diserahkan ke dinas terkait. “Hanya Ngarso Dhalem yang bisa menyelesaikan persoalan  di TPST Piyungan  ini,” ujarnya.

Sementara itu Staf TPST Piyungan Bantul, Sumarwan membenarnya jika  Minggu pagi hingga sore truk sampah tidak bisa boleh masuk ke TPST Piyungan. Pemicunya dermaga  tidak layak sehingga terjadi antrean disepanjang jalan.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI