Warga Dlingo Bereskan Makam Hilang

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Bencana banjir dan tanah longsor masih menyisakan persoalan di dusun dan desa terpencil. Dampak dari peristiwa alam tersebut yakni rusaknya komplek pemakaman di Dusun Kebosungu II Desa Dlingo Kecamatan Dlingo Bantul. Tempat pemakaman umum dusun ini hancur setelah diterjang banjir Sungai Oya tiga minggu lalu.

Kepala Desa Dlingo, Bahrun Wardoyo mengatakan, setelah banjir meluluhlantakkan makam ia langsung mengerahkan warga untuk turun membantu. “Genset langsung kami perbaiki agar kembali berfungsi, sementara Karangtaruna Desa Dlingo dan Linmas ikut melakukan evakuasi,” ujar Bahrun di ruang kerjanya, Rabu (20/12/2017).

Dijelaskannya komplek makam tersebut rusak berat dan warga sedang membangun serta menata kembali makam. Bantuan material dari sejumlah pihak termasuk dari Pemuda Kedon Desa Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul dimanfaatkan untuk membangun kambali makam.

Sementara itu Komunitas Pemuda Kedon (Kompak) secara khusus mendatangi lokasi terdampak banjir di Kebosungu II Dlingo paling terpencil untuk menyerahkan bantuan material agar bisa digunakan membangun makam. Keputusan  mendistribusikan semen  ke Kebosungu dengan pertimbangan dusun terpencil masih membutuhkan bantuan.

"Kami mengetahui kompleks makam Dusun Kebosungu II Dlingo hancur kena banjir dan membutuhkan bantuan,  salah satu kebutuhannya berupa material, oleh karena itu  kami kirim bantuan semen," ujar Ketua Kompak  Rozihan Putra. (Roy)

BERITA REKOMENDASI