Warga Sekitar TPST Piyungan Tagih Janji

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kerusakan infrastruktur jalan di lingkungan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang tidak kunjung diperbaiki membuat warga geram. Mereka sangat berharap pemerintah merealisasikan janjinya yang pernah disampaikan tahun lalu.

Sebagaimana diketahui akses menuju TPST Piyungan sempat diblokir warga Juli tahun 2019. Waktu itu sampah menumpuk disejumlah lokasi di Yogya, Bantul dan Sleman. Pangkal dari persoalan unjuk rasa tersebut karena akses jalan rusak namun tidak ada perbaikan dari pemerintah.

Baca juga :

Subsidi Besar, Layanan Trans Jogja Harus Baik
DIY Waspada Banjir Lahar Hujan Merapi

"Misalnya mau membuang sampah ke TPST Piyungan ini, tolong diperbaiki infrastruktur jalannya dan lengkapi dengan lampu penerangan jalan," ujar Ketua Paguyuban Pemulung, yang tergabung dalam wadah 'Mardiko', Maryono.

Dijelaskan, bahwa jalan untuk lalu lalang kendaraan sampah tersebut merupakan jalan kampung. Sehingga pada dasarnya, truk sampah yang numpang lewat jalan warga. Namun Maryono melihat kondisi jalan sekarang membuat hatinya sedih. Lubang jalan berada di sejumlah titik menuju TPST.

Kondisi tersebut diperparah ketika musim hujan seperti ini. Selain jalan berlubang , permukaan jalan juga licin dan berbau. "Jalan ini juga untuk warga, kondisinya saya tidak usah bercerita. Bisa dilihat sendiri seperti apa," ujar Maryono.

Dijelaskan, sebenarnya sudah lama warga minta agar jalan tersebut diperbaiki. Tapi setiap mengusulkan, perbaikan jalan selalu dijanjikan yang hingga sekarang ini belum terealisasi. Selain jengkel dengan jalan yang tidak kunjung diperbaiki, Maryono juga berharap pemerintah memasang lampu penerangan jalan umum menuju akses TPST.

"Kami berharap sekali pemerintah memperbaiki jalan dari pintu masuk hingga dermaga bongkar, karena itu jalan masyarakat. Selain itu lampu penerangan jalan juga segera dipasang," jelasnya.

Sementara Staf TPST Piyungan, Sumarwan, ketika dimintai konfirmasi membenarkan jika jalan menuju TPST dibangun tahun 1986. Jalan tersebut dibuat untuk akses warga di kampung tersebut. Namun setelah dibangun TPST jalan tersebut hingga saat ini pada akhirnya dimanfaatkan oleh armada truk sampah. (Roy)

BERITA REKOMENDASI