Warga Tidak Perlu Takut Ikut Rapid Test

Editor: KRjogja/Gus

PANDAK, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten Bantul terus berupaya untuk memutus rantai penularan Covid 19. Salah satunya dengan melakukan rapid test di semua pasar tradisional di Kabupaten Bantul. Namun dari program tersebut belum sepenuhnya disambut antusias warga. Kesadaran masyarakat perlu digugah kembali untuk mengikuti rapid test. Seperti di Pasar hewan Pandak Bantul, petugas Dinas Kesehatan Bantul harus membujuk pengunjung pasar mengikuti rapid test.

Camat Pandak, Kusmardiono mengatakan, rapid test di Pasar Hewan Pandak penting artinya. Karena mobilitas pedagang dan pungunjung pasar sangat tinggi. Mereka tidak hanya berasal dari satu daerah, tetapi dari berbagai wilayah di Bantul. “Sudah kita ketahui bersama bahwa mobilitas pedagang di pasar tinggi mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Oleh karena itu pasar menjadi salah satu perhatian untuk dilakukan rapid test,” ujarnya.

Kusmardiono mengungkapkan, kegiatan tersebut kerjasama dengan puskesmas, jajaran kepolisian. Sebelumnya program serupa sudah dilaksanakan di Pasar Jodog, Pasar Pijenan.

Kasi SDM Dinkes Bantul, Sri Sudewi ST MPH mengatakan, ada kecenderungan pengunjung maupun pedagang di pasar menghindari rapid test. Padahal sebenarnya program tersebut sebagai salah satu pencegahan agar Covid- 19 tidak menyebar. Sehingga masyarakat diimbau tidak perlu khawatir dan takut mengikuti program dari pemerintah itu.

Sri Sudewi tidak menampik, bahwa informasi yang beredar di masyarakat lewat media sosial jadi salah satu pemicu ketakutan di tengah masyarakat. Selain itu Covid-19 sudah terjadi beberapa bulan hal tersebut secara psikis tentu jadi berpengaruh kepada masyarakat. Dengan rapid test jika ada yang reaktif maupun positif itu bisa segera ditanggulangi dan tidak meluas. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI