Waspadai Krisis Sapi Pasca Hari Raya

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRJogja.com) – Dinas Pertanian DIY optimis kebutuhan hewan kurban tahun 2016  mampu terpenuhi dari sapi lokal. Merujuk tahun sebelumnya kebutuhan sapi untuk disembelih di Hari Raya berkisar diangka 18.000,. Sementara populasi sapi keseluruhan di DIY mencapai 350.000,.

"Saya kira stok sapi di DIY mencukupi untuk memenuhi permintaan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha ," ujar Kepala Dinas Pertanian DIY Ir Sasongko MSi, Senin (22/8).                                         

Sasongko menjelaskan,  jumlah populasi tersebut menyeluruh. Sedang sapi siap potong atau yang layak untuk kurban di DIY  mencapai 60.000 ekor. Dengan angka sekarang ini sudah bisa diprediksi kebutuhan riil dimasyarakat. Oleh sebab itu pihaknya meminta jangan sampai ada kekhawatiran terjadi kelangkaan sapi. Dijelaskan, ketersediaan sapi sekarang ini hampir merata di DIY, namun paling banyak populasi berada di Kabupaten Gunungkidul.

Sementara Ketua Persatuan Pengusaha Daging Sapi Segoroyoso (PPDSS) Ilham Ahmadi SE MSc  justru punya penilaian sendiri terkait klaim  Dinas Pertanian DIY itu. “Sapi di DIY ini selalu dipasok dari Madura,  Wonogiri, Klaten dan Bali itu kenyataannya, dan memang tidak pernah kurang ketika Hari Raya, tetapi sapi dari mana itu,” ujarnya. Menurutnya dinas sah saja mengklaim jumlah populasi. Persoalannya adalah besok pasca Hari Raya kurban ini stok sapi ada tidak.  Sementara angka 60 ribu sapi siap potong tersebut ada atau sapi bakalan naik kelas jadi sapi siap potong. “Sekarang permintaan sapi sangat tinggi, biasanya sapi bakalan naik jadi sapi siap potong,” ujarnya.

Sebenarnya indikasi ketersediaan sapi siap potong itu benar atau tidak bisa dilihat pasca hari raya. Jika harga daging atau sapi tetap tinggi bisa dijadikan indikator bahwa sapi sebenarnya terbatas jumlahnya. “Katakanlah sapi siap potong tidak ada, sapi bakalan di DIY juga langka, pasti pasca hari raya harga makin tinggi, ” jelasnya. (Roy)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI