Waspadai Peredaran Al Quran Digital Palsu

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Diera digital sekarang ini bermunculan banyak isu soal Al Quran palsu. Tidak  berhenti pada isu itu saja, bahkan kerap terjadi juga adanya tambah surat Al Quran baru. Persoalan ini tidak hanya diserahkan kepada pemerintah semata. Tetapi pemeliharaan Al Quran ini juga membutuhkan partisipasi masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Karena Al Quran ini terpelihari keasliannya tidak sekadar dalam bentuk dan tulisannya. Namun sudah ada didalam hati para penghafal Al Quran.

 

“Memang  era digital ini kami sering mendapat informasi adanya Al Quran  palsu, tetapi sejauh ini kami belum menemukan wujud fisiknya,” ujar Kepala Lajnah Pentashih Mushaf Al Quran Balitbang Diklat Kementerian Agama RI, Dr KH Muchlis M Hanafi MA dalam acara Stadium General 'Dinamika Tashih dan Tafsir Al Quran di Indonesia di Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran (STIQ) An Nur Yogyakarta, Selasa (20/9). Dalam acara itu juga dihadiri Ketua STIQ An Nur Drs H Heri Kuswanto MSi

Muchlis mengatakan, pihaknya minta masyarakat agar tidak muda terpancing dengan adanya kabar beredarnya Al Quran palsu atau tambahan surat Al Quran. Jika memang menemukan  kejanggalan segera saja melaporkan  pasti langsung ditindaklanjuti.  Karena ketika Al Quran ada tambahan satu huruf saja pasti ketahuan.   Pihaknya akan segera menarik peredaran Al Quran jika ada indikasi kasalahan, baik tambahan dan kurang harakat. Sehingga proses selanjutnya dilakukan investigasi letak kesalahannya sehingga bias segera diperbaiki.

Muchlis mengungkapkan, era digital sekarang ini memang sangat banyak  beredar Al Quran digital. “Sampai tahun 2016  ini setidaknya kami mendata ada 226 Al Quran digital dari seluruh dunia,  itu perlu diwaspadai” jelasnya. Sementara Kementerian Agama RI akhir Agustus lalu juga sudah meluncurkan aplikasi Al Quran digital dengan sebutan Al Quran Kemenag. Dijelaskan terjemahan Al-Quran dalam aplikasi ini dari Al-Quran yang disusun tim Kemenag. Sementara tafsir tahlili diaplikasi ini bersumber dari Al-Quran dan tafsirnya yang diterbitkan Kementerian Agama. “Sejak diluncurkan hingga saat ini sudah unduh 20.000 kali,” ujarnya. (Roy)

 

 

BERITA REKOMENDASI