Waspadai Pergerakan Radikalisme Mulai dari PAUD

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Andi Intang Dulung, MHI menegaskan DIY adalah kota budaya sehingga jangan sampai marak kasus radikalisme. Dakui Andi pergerakan gerakan radikalisme bahkan disisipkan mulai pada sistem pendidikan di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Contoh kasus anti pergi ke Mall. Guru mengajarkan siswa supaya tidak ke Mall karena alasan yang mengarah ke paham radikalisme. Ini tidak boleh diterapkan secara mentah pada anak. Untuk kasus demikian yang kami dampingi adalah gurunya, bahwa pendidikan anti radikalisme juga harus secara massif diterapkan terutama pada kalangan pendidiknya yakni guru," jelas Andi di Gedung Graha Tama Pustaka Banguntapan Bantul, Senin (08/10/2018).

Ditambahkanya, anak kecil kebanyakan lebih patuh pada guru daripada orangtuanya sehingga apa yang diajarkan gurunya selalu diterapkan. Jika ada orangtua yang mengetahui anaknya tersisipi ajaran radikalisme harus segera diketahui kebenarannya.

Andi mengatakan intinya dalam penanggulangan radikalisme harus gurunya yang diberikan pemahaman secara masif. Hal lain yang dapat mengurai potensi radikalisme yakni masing-masing daerah diminta memunculkan kearifan lokal masing-masing kawasan. (Aje)

BERITA REKOMENDASI