Wayang PAUD untuk Pendidikan Karakter Anak

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Wayang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Wayang Digitalisasi mengisi kekosongan seni tradisi khususnya anak. Wayang selama ini lebih identik dengan orang dewasa. Wayang PAUD sangat tepat untuk pendidikan karakter anak.

Demikian diungkapkan Prof Dr Totok Sunaryanto MPd, reviewer dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) di Lembaga Studi Jawa (LSJ), Bantul, Sabtu (25/07/2020).

Didampingi Dr Nur Sahid MHum (Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat /LPPM) ISI Yogyakarta) dan Dr Junaidi SKar MHum (Ketua Tim Peneliti), Totok Sunaryanto mengatakan, Wayang PAUD/Wayang Digitalisasi sangat tepat untuk menjadi media tontonan, tuntunan dan tatanan khususnya untuk anak usia dini. “Wayang PAUD ini ada kebaruan. Wayang ini bisa menjadi media untuk menanamkan budi pekerti anak,” ucap Guru Besar Unnes Semarang.

Sedangkan Nur Sahid mengatakan, kegiatan kali ini melakukan Penayangan Produk Hasil Penelitian Konsorsium Riset Unggulan Perguruan Tinggi (KRUPT) Seni Pertunjukan Wayang Digitalisasi untuk Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Konsorium Perguruan Tinggi Seni dalam program ini, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta dan ISI Denpasar. “Program ini lolos karena dinilai wayang futuristik, memiliki banyak manfaat besar untuk masyarakat luas,” ujar dosen ISI Yogya.

Sementara itu, Junaidi mengatakan, penayangan Produk Hasil Penelitian Konsorsium dilakukan TK Kuncup Harapan. Hadir dalam kesempatan itu, Nugroho Eko Setyanto SSos MM (Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul), Anas Tri Susanto (Kasi PDPK Disdikpora Kabupaten Bantul). Selain itu hadir dan memberi sambutan Sujinem SPd (Kepala TK Kuncup Harapan), Sajirah SPd (Pengawas TK Kecamatan Sewon).

Dijelaskan Junaidi, Wayang PAUD ini prosesnya sangat panjang untuk menemukan formatnya, seperti harus membuat gamelan khusus, wayang, gending, naskah, lagu. Dari Wayang PAUD untuk menanamkan nilai keindonesiaan, seperti gotong-royong, kebersamaan, toleransi, ketuhanan.

Menurut Junaidi, Wayang PAUD tidak berhenti di sini akan berlangsung selama 3 tahun mendatang. Ada 5 lakon yang telah disiapkan, Menanti Anak Datang, Bermain di Kebun Binatang, Belajar dengan Guru, Berbakti Kepada Keluarga, Anak-Anak Bermain. (Jay)

BERITA REKOMENDASI