Wi-Dada Hargo Dumilah, Geliat Perupa di Era Pandemi

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRjogja.com – Sebanyak 23 perupa di Yogyakarta menggelar pameran bersama setelah lama tiarap akibat pandemi Covid-19. Meski dalam kapasitas minimalis, diharapkan menjadi optimisme untuk tetap berkarya pada masa sulit ini.

Pameran bertajuk Wi-Dada Hargo Dumilah, dibuka pada Kamis (29/4) di Tobong Gamping Resto, Jl Raya Piyungan Yogyakarta hingga sebulan ke depan. Tajuk Wi-Dada Hargo Dumilah bermakna doa bagas waras keselamatan, kebahagian akan menuju dan menjadi bukit yang terang.

Pelukis senior, Nasirun, yang memberikan sambutan secara virtual menanggapi positif kegiatan yang diadakan. Dia berharap Tobong Gamping bisa menjadi wadah seniman, bukan hanya pelukis, tetapi juga karya seni lainnya.

Selain karya lukis, juga dipamerkan karya patung. Dengan menggunakan resto sebagai tempat pameran, diharapkan karya-karya para perupa bisa dilihat oleh masyarakat secara lebih luas.

Pelukis Katirin, yang berkesempatan membuka acara secara khusus memaparkan bahwa dengan diselenggarakan acara pameran di wilayah Piyungan, membuka peluang bagi para seniman untuk melebarkan ruang geraknya.

“Kalau selama ini seniman Yogya banyak berkegiatan di wilayah utara dan barat, semoga setelah pameran ini, kehidupan perupa melebar ke timur juga,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI