Wisatawan Mengeluh, Air Genangi Jalan Penghubung Parangtritis – Depok

BANTUL, KRJOGJA.com – Sejumlah wisatawan mengeluhkan genangan air di jalan Penghubung Pantai Parangtritis-Pantai Depok yang tidak kunjung surut. Meski sudah dibuat jalan alternatif, namun perlu segera ada langkah-langkah agar air tersebut  surut.  Sementara  Komisi C DPRD Bantul berharap pemerintah  daerah  segera membuat  desain agar jalan tersebut ketika hujan tidak tergenang air. Pokdarwis Cemara Sewu kini telah menggelontorkan dana Rp 20 juta untuk membuat jalan alternatif.

Salah satu warga Indria Prasetyo, Selasa (9/1/2018) mengatakan, genangan air tersebut sudah terjadi lebih dari dua pekan. Namun sampai sekarang belum juga surut meski kedalaman air sudah berkurang. Indria mengatakan,  munculnya air tersebut karena curah hujan sangat tinggi. Sehingga dari bawah dasar gumuk pasir muncul air. Jalan satu-satunya untuk menghindari jalan tergenang,  badan jalan mesti ditinggikan. “Sekarang ketinggian air hampir satu meter untuk titik-titik tertentu,  untuk jalan sudah dialihkan,” ujar Indria.

Devi Aruni salah satu wisatawan yang ditemui KRJOGJA.com di Objek Wisata Gumuk Pasir berpendapat jika sudah semestinya pemerintah Bantul bertindak cepat. Jangan sampai ada kesan genangan air di jalur utama antar  objek  dibiarkan.  “Pantai Parangtritis dengan objek Gumuk Pasir sekarang baru jadi primadona. Jangan sampai  terganggu dengan adanya air ini. Tetapi ini pendapat saya,” ujar mahasiswi swasta di Yogyakarta ini.

Anggota Komisi C DPRD Bantul, Suradal mengatakan, meski sekarang sudah dibuatkan jalan alternatif untuk menjangkau Pantai Depok. Tetapi pemerintah mestinya langsung turun tangan melakukan langkah-langkah antisipasi. “Mestinya pemerintah daerah  sigap bertindak, karena setiap hujan terjadi genangan mengapa tidak dinaikkan jalannya,” ujar politisi PKB ini.  Menurutnya hal tersebut menjadi citra kurang baik terhadap sektor wisata.  

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengungkapkan, sebagai solusi sementara dibuatkan jalan alternatif. Pembuatan jalur alternatif dilakukan oleh UPK Dinas Pariwisata dan Pokdarwis Cemara Sewu.

Sekretaris Pokdarwis Cemara Sewu Yana Sofiana mengatakan, setelah ada genangan air khususnya dititik pintu akses menuju Objek Cemara Sewu lumpuh. Pengurus Pokdarwis  mencoba menyedot air dengan tujuh unit diesel.  Namun upaya itu tidak membuahkan hasil. Setelah itu dari Pokdarwis langkah meninggikan jalan dengan jalan diurug tanah.  Tetapi waktu itu hanya bertahan satu hari, berikutnya  tergenang air lagi.

Setelah itu pengurus Cemara Sewu memutuskan untuk membuat jalan alternatif agar bisa memfasilitasi wisatawan masuk ke Objek Cemara Sewu termasuk  pengguna jalan dari Parangkusumo-Depok dan sebaliknya. Setelah itu dengan alat berat loader dari Dinas Pariwisata. “Pembuatan jalan alternatif itu selesai dalam waktu 2 hari dan hingga  sekarang belum ada bantuan dana dari pihak manapun, kami menghabiskan dana sekitar Rp 20 juta untuk tanah 70 dum truk.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI