Workshop Museum Penting Untuk Menambah Wawasan Pengelola

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRjogja.com – Kegiatan workshop museum sangat penting untuk menambah wawasan para pengelola museum dalam melayani pengunjung agar lebih baik. Hal tersebut ditekankan Wakil Bupati Bantul , Joko B Purnomo saat memberi sambutan pada kegiatan Workshop Museum yang digelar Dinas Kebudayaan Bantul bekerjasama dengan Forum Komunikasi Museum Bantul (FKMB) di Hotel Ros In, Jumat (24/9).

Joko Purnomo berharap agar kegiatan tersebut sekaligus bisa digunakan sebagai ajang rapat kerja dan membahas tentang kajian Bantul ke depan kaitannya dengan museum. ” Kami harap dari keputusan itulah, akan menjadi bahan diskusi selanjutnya membahas tentang museum agar lebih maju,” harapnya.

Kegiatan tersebut dibiayai dari Dana Keistimewaan DIY 2021 dan menghadirkan nara sumber tingkat nasional dan DIY, diantaranya Dirjen Kebudayaan Jaka Perbawa. Kegiatan ini diikuti 30 peserta yang terdiri dari para pengelola museum di wilayah Kabupaten Bantul dan mitra kerja lainnya, seperti MGMP IPS dan TACB Bantul.

Menurut Paniradya Pati Keistimewaan DIY Aris Eko Nugroho SP MSi, museum memiliki objek yang sangat komplek, antara lain meliputi benda, budaya, adat, seni, bahasa dan nilai- nilai lainnya. Semuanya harus dikaji dan disajikan kepada masyarakat. Berkaitan dengan itu, Dinas Kebudayaan DIY mempunyai program Gregah Museum yang ada hubungannya dengan pembinaan museum di wilayah DIY.

Sementara jumlah museum di Bantul yang terdaftar di Dinas Kebudayaan Bantul ada 16 museum tersebar di 9 wilayah kecamatan. Beberapa museum yang sering dikunjungi masyarkat diantaranya museum wayang kekayon di Jln Yogya-Wonosari Banguntapan, yang menyimpan koleksi berbagai jenis wayang seperti wayang purwa, wayang madya, gedog, 100 kurawa, golek dan lainnya. Di Pleret ada museum sejarah purbakala yang menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan Kerajaan Mataram. (B)(Jdm)(P).

 

BERITA REKOMENDASI