‘WoW Mantul’ Senjata Dinkes Bantul Perang Lawan DBD

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJogja.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul meluncurkan program Wolbachia wis Masuk Bantul (WoW Mantul), Selasa (24/6). Program tersebut sebagai langkah dalam memerangi
Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bantul.

Grand launching program bertajuk “Besanan Nyamuk WoW Mantul” jadi tonggak dimulainya peletakan 19 ribu lebih ember berisi telur nyamuk aedes aegypti ber-Wolbachia di rumah Orang Tua Asuh (OTA). Termasuk fasilitas umum, fasilitas sosial di Bantul selama kurang lebih enam bulan ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja MKes SKM mengatakan, merujuk data angka kasus DBD di Bantul cukup tinggi. Periode tahun 2018-2020, kasus DBD di Bantul mencapai 2.159 kasus. Sementara di triwulan pertama tahun 2022 sudah diangka sebanyak 263 kasus.

Menurutnya, teknologi Wolbachia jadi satu strategi yang bakal melengkapi serangkaian upaya mengendalikan DBD di Bantul. Karena Wolbachia sebagai bakteri alami yang ditemukan pada 60 persen serangga tersebut mampu bekerja dalam menghambat replikasi virus degue pada tubuh nyamuk aedes aegypti sehingga dapat mencegah penularan virus dengue ke tubuh manusia.

“Teknologi Wolbachia sudah terbukti effektif dalam menurunkan 77 % kasus DBD dan menurunkan 86 kasus DBD yang dirawat di rumah sakit dari hasil kajian uji efikasi yang dilakukan World Mousquito Program (WMP),” jelasnya.

Dijelaskan, dengan meletakkan ember dan menitipkan telur nyamuk ber-Wolbachia yang diimplementasikan di daerah dengan kasus DBD dan kepadatan penduduk tinggi di Bantul. “Nantinya sekitar 19.437 ember akan dititipkan dihunian masyarakat dan fasilitas umum serta sosial yang akan menjadi orang tua asuh ember nyamuk ber-Wolbachia tersebar di 11 kapanewon, 38 kalurahan dan 519 padukuhan,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI