Yakinkan Pengunjung Saat Pandemi, Obwis Harus Kantongi CHSE

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRjogja.com – Objek wisata harus memiliki sertifikasi CHSE yang merupakan kepanjangan dari Cleanliness (kebersihan), Health (sehat), Safety (aman), Environment (ramah lingkungan). Adapun CHSE merupakan legalitas dalam menerapkan PHBS di tempat wisata agar pengunjung merasa aman, sehat, dan nyaman.

“Pelaku wisata harus meyakinkan dan memastikan bahwa tempat wisata itu bukan agen penyebaran Covid19. Makanya perlu diterapkan CHSE dan PHBS yang ketat di tempat wisata”,ujar Ahid Mudayana, S.KM., MPH instruktur dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) usai pelaksanaan pelatihan CHSE dam PHBS bagi pelaku wisata di Kalurahan Srimartani, Selasa (22/6) .

Dr. Dyah Suryani, S.Si., M.Kes, Kaprodi Gizi FKM UAD menambahkan tempat wisata utamanya wisata kuliner harus memastikan juga tentang keamanan pangan dan kualitas gizi yang dijajakan. “Setiap makanan yang dijajakan di tempat wisata harus aman, higienis, dan memenuhi standar keamanan pangan. Jangan sampai hanya karena mengejar omzet, pelaku wisata lupa akan keamanan pangan yg dijajakan. Apalagi dimasa pandemi sekarang ini”, jelasnya.

Lurah Srimartani H. Mulyana kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemampuan warga Srimartani utamanua bagi pelaku pariwisata sehingga warganya dapat memiliki kemampuan utk mengembangkan usaha pasca pandemi Covid-19.

Pelatihan diikuti 30 peserta utusan dari Pokdarwis Srimartani, pengelola Taman Ingas dan Pengelola Mbulak Umpeng Srimartani. (Aje)

 

BERITA REKOMENDASI