YBM BRI Bantul Droping Air Bersih

Editor: KRjogja/Gus

DLINGO, KRJOGJA.com – Program tanggap bencana kekeringan dari Yayasan Baitul Maal (YBM)  BRI Bantul bersama pekerja BRI  kantor Cabang  Bantul digelar di Dusun Badean Desa Jatimulyo Kecamatan Dlingo Bantul, Senin (14/10). Dalam acara itu diserahkan 30 tangki air bersih kepada warga setempat. Kegiatan sosial tersebut dilakukan mengingat krisis air bersih di wilayah tersebut sangat memperihatinkan.

 

Pimpinan Cabang BRI Cabang  Bantul, Tri Ichsan Nur didampingi Ketua Yayasan Baitul Maal BRI Cabang Bantul, M Zafri Fauzan mengatakan, program droping air bersih dilaksanakan secara spontanitas. Dengan latarbelakang kondisi riel dilapangan. Bahwa sejumlah wilayah di Bantul  kini mengalami krisis air bersih berkepanjangan. Oleh karena itu, YBM BRI Cabang Bantul tahap pertama melakukan droping air sebanyak 30 tangki.

Dijelaskan, sumber dana untuk menjalankan program diambilkan dari YBM BRI Cabang Bantul dan sumbangan sukarela dari pegawai BRI. “Tahap pertama ini khusus Kecamatan Dlingo kami alokasikan 30 tangki, tentu melihat kondisi di lapangan dimana masyarakat sangat butuh bantuan akan ada penambahan,” ujarnya.  Dalam acara itu juga dihadiri Sekretaris Desa Jatimulyo Dlingo, Etik Muryani SE.

Karena air merupakan salah satu kebutuhan primer masyarakat, sehingga memang harus tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari.

Menurut Tri Ichsan Nur, sebenarnya program sosial dari BRI tidak hanya membantu warga yang mengalami krisis air bersih.  Setiap kali ada bencana alam program BRI Peduli bergerak untuk membantu. Bahkan tahun lalu ketika musibah banjir melanda Bantul, BRI Peduli menyambangi korban banjir di daerah Imogiri. “Program seperti ini sudah rutin dilakukan, yang penting informasinya cepat sampai ke kami,” jelasnya.

Tri Ichsan Nur mengatakan, pihaknya mendengar dari masyarakat ada sumber air  yang bisa didorong sampai bak penampungan. Tetapi harus membuat sistem agar air dari sumber itu bisa masuk bak. Sehingga penanganan krisis air bersih kedepan tidak sekadar dengan droping air.  “Coba nanti kami ajukan  ke kantor pusat untuk membuat sistem dari sumber air , sehingga tidak perlu lagi dengan droping seperti ini, mudah mudahan nanti di setujui,” ujarnya. Sekretaris Desa Jatimulyo Dlingo, Etik Muryani SE  mengatakan,  sejumlah dusun kini memang sudah  kesulitan mendapatkan air bersih. “Dusun Maladan,  Tegallawas, Semuten Gayam ada yang sudah sulit dapat air bersih,” ujarnya.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI