Yohani Sulap Pelepah Pisang jadi Kaya Seni

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Butuh waktu tiga tahun Yohani Palyadi melakukan uji kualitas sebelum karya lukis berbahan pelepah pisang dijual ke pasaran. Kini karya lukisannya sudah laris diminati konsumen. Tidak hanya lokal Bantul saja, sejumlah wilayah di seantero Jawa kini melirik lukisan karya warga Dusun Kraton Desa Mulyodadi Kecamatan Bambanglipuro Bantul ini.

Ditemui di rumahnya, Yohani membeberkan awal mula membuat karya lukis secara otodidak. “Awal tahun 2016 mulai membuat karya dengan bahan pelepah pisang ini, tetapi baru berani memasarkan awal tahun ini,” ujar alumni SMAN 1 Pundong ini, Jumat (11/10/2019).]

Baca juga :

Warga Piyungan Krisis Air Bersih
Terbelit Hutang, Pria Nekat Minum Obat Serangga

Bagi Yohani waktu membuat lukisan dipengaruhi tingkat kerumitan. Ketika modelnya sederhana maka empat hari sudah jadi, tetapi saat lukisan dengan kesulitan tinggi bisa butuh waktu dua minggu. Di rumah sederhananya, Yohani mampu membuat lukisan sketsa wajah, kaligrafi, pemandangan alam hingga bangunan masjid. “Dari sejumlah model lukisan itu, sketsa wajah detail paling sulit dibuat. Butuh waktu dan konsentrasi,” jelasnya.

Sementara harga lukisan dipatok mulai Rp 400 ribu hingga jutaan rupiah, semua tergantung jenis lukisan dan tingkat kesulitan dalam pembuatan. Yahoni mengungkapkan, dipilihnya pelepah pisang lantaran mudah diolah, tekstur lembut serta mudah ditempel.

Yohani mengatakan, tidak semua pelepah pisang bisa dijadikan bahan baku lukisan. Hanya pelepah pisang yang kering secara alami saja yang bisa digunakan. “Tetapi pelepah pisang yang bener-bener kering di pohon pisang,” tambahnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI