Banyak Persoalan di Lapangan, Kebijakan Atasi Isolasi Mandiri Perlu Diterbitan

YOGYA, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 masih belum mau berakhir. Angka warga yang terpapar akhir-akhir ini semakin tinggi secara signifikan. Fenomena ini pun sering disebut ‘second wave’ atau gelombang kedua pandemi. Semakin banyaknya warga yang isolasi mandiri juga memunculkan persoalan pelik di lapangan.

Anggota Fraksi PAN DPRD Kota Yogyakarta Rifki Listianto SSi pun mendesak agar segera diterbitkan kebijakan guna mengatasi persoalan isolasi mandiri yang dialami warga. “Banyak warga yang tidak tertangani secara baik dan mengakibat hal yang tidak kita inginkan yaitu kematian, naudzubillah min dzalik. Secara prosedur warga yang isolasi mandiri dalam pantauan puskesmas di wilayahnya. Akan tetapi dengan meledaknya kasus Covid-19 ini kami sangat sadar keterbatasan-keterbatasan tersebut yang menyebabkan adanya masalah di lapangan,” urainya.

Warga yang terkonfirmasi positif tidak bergejala atau bergejala ringan hingga sedang harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Seharusnya mendapatkan pemantauan dari puskesmas. Akan tetapi karena banyaknya warga yang isolasi mandiri sementara tenaga medis puskesmas terbatas sehingga banyak yang lepas dari pantauan.

Belum lagi bantuan permakanan yang terlambat atau bahkan tidak tersentuh. Prosedur pencairan juga cukup panjang dan dinas terkait dinilai kurang responsif. Di samping itu sarana dan prasarana para relawan untuk mengevakuasi warga isolasi mandiri untuk dirawat di rumah sakit sangat terbatas.

BERITA REKOMENDASI