Berharap Intensif, Pengusaha Transportasi DIY Telan Kerugian Hingga Rp 600 Miliar

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Nasib para pengusaha transportasi atau pemilik otobus maupun awak angkutannya semakin terpuruk dengan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang kembali diperpanjang. Pemilik maupun awak angkutan umum terpaksa menelan pil pahit dengan kondisi tersebut, bahkan para pengusaha menderita kerugian setidaknya mencapai setidaknya Rp 500 miliar hingga Rp 600 miliar sejak pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY V Hantoro mengatakan kebijakan pengetatan PPKM Level 4 dinilai semakin memperburuk dan memperparah kondisi bisnis transportasi darat yang sudah sangat terdampak signifikan akibat pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu. Terlebih kebijakan pengetatan yang diberlakukan guna mencegah kenaikan kasus Covid-19 ini tidak dibarengi dengan adanya solusi baik berupa stimulus maupun insentif bagi sektor angkutan publik.

“Banyak anggota kami yang harus rela berhenti beroperasi sejak awal pandemi, kemudian ditambah dengan adanya kebijakan pengetatan hingga muncul PPKM Level 4 ini. Akhirya banyak teman-teman terpaksa menjual bus pariwisata mereka untuk menutup kerugian akibat pandemi Covid-19. Total armada pariwisata sebanyak 817 unit di DIY yang terdiri dari bus pariwisata kecil, menengah hingga besar, sedangkan yang dijual sekitar lima persennya,” tandasnya di Yogyakarta, Rabu (4/8/2021).

BERITA REKOMENDASI