Berharap Intensif, Pengusaha Transportasi DIY Telan Kerugian Hingga Rp 600 Miliar

Editor: Ary B Prass

Hantoro menegaskan kerugian yang dialami para pengusaha transportasi khususnya anggota Organda DIY mencapai Rp 500 miliar sampai Rp 600 miliar sejak persen. Akibat kerugian yang diderita inilah, para pemilik angkutan terpaksa merumahkan awak angkutannya baik juru mudi maupun kernet saat ini. Bahkan, sebagian dari mereka harus beralih profesi, salah satunya menjadi tukang bangunan dan sebagainya.

” Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena biaya operasional yang ditanggung pun besar, itu pun sudah menguras tabungan. Apalagi nasib awak angkutan kami yang justru lebih memprihatinkan saat ini. PPKM Level 4 diperpanjang kami pasrah sajalah, karena gimana sudah kita tidak boleh menolak, tidak boleh bertanya dan tidak boleh menyanggah,” katanya.

Pemilik PO GeGe Transport ini menyampaikan supaya sektor angkutan darat tidak semakin terpuruk dengan kebijakan pengetatan tersebut, maka Organda DIY berharap adanya solusi maupun insentif. Organda DIY sangat berharap pemerintah memberikan sedikit ruang gerak agar pemilik usaha transportasi mulai bangkit kembali. Selain itu, pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat selama pandemi Covid-19 , memberlakukan pembatasan kapasitas, menyemprot desinfektan ke kendaraan-kendaraannya dan menyiapkan hand sanitizer.

“Kami sudah menyiapkan armada yang mengantongi protokol kesehatan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE antara lain 817 bus pariwisata, 250 bus  Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), 108 bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) ditambah 1000-an taksi di DIY,” pungkas Hantoro. (Ira)

BERITA REKOMENDASI