Berharap PPKM Turun Level, Budaya Sebagai DNA Bagi Pariwisata DIY

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com– Dinas Pariwisata (Dispar) DIY terus berupaya menumbuhkan event-event pariwisata yang dikolaborasikan dan mengangkat budaya, sebab budaya merupakan DNA bagi pariwisata DIY.

 

Selain itu, pihaknya berharap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DIY bisa segera turun di level 1 supaya aktivitas budaya bisa lebih longgar. Dengan kelonggaran penyelenggaraan event-event pariwisata dan budaya akan menimbulkan multiplier effect yang luar biasa terhadap pemulihan ekonomi di DIY.

“Kita sudah menyatakan budaya menjadi DNA dari pariwisata DIY, maka mau tidak mau dan kita punya potensi yang luar biasa sehingga harus dieksplorasi dan ekspresikan. Jadi potensi budaya di DIY yang luar biasa baik tangible maupun intangible menjadi bagian yang harus dikedepankan untuk kemudian menjadi daya tarik utama pariwisata di DIY. Inilah yang harus kita wujudkan bersama,” papar Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo, Rabu (17/11/2021).

Singgih mengatakan pihaknya telah merevitalisasi atraksi budaya bregada yang sudah dimiliki setiap kampung. Atraksi budaya seperti bregada rakyat inilah yang harus dioptimalkan menjadi keunikan asing-asing daerah sekaligus sebagai ikon budaya yang ada di DIY. Sebelumnya, bregada rakyat yang ada di sekitar kawasan Malioboro telah diberdayakan berkampanye protokol kesehatan dan berjaga di Malioboro pada 2020 lalu.

“Hal itu sekaligus bisa menunjukan keunikan DIY adalah pada budayanya. Daya tarik atraksi budaya bregada ini akan dikembangkan kedepannya, seperti dapat menjadi daya tarik di setiap hotel yang ditempatkan bregada sebagai pembuka pintu masuk. Dalam setiap event pariwisata, kita akan melibatkan bregada dimanapun tempatnya yang akan diberdayakan untuk menambah daya tarik wisata,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI