Birokrat Harus Menajamkan ‘Sense of Crisis’ Buat Kelompok Rentan

YOGYA, KRJOGJA.com – Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X melantik 10 Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemda DIY di Bangsal Kepatihan, Kamis (5/8/2021). Para birokrat harus menajamkan sikap sense of crisis terutama untuk membantu kelompok paling rentan yang layaknya terkena double hooks, di sektor kesehatan yang berdampak pada daya tahan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Pemberlakuan PPKM Level-4 cukup efektif, terbukti dengan status Gunungkidul dan Kulonprogo turun ke Level-3. Dengan 3T dan akselerasi vaksinasi bersama berbagai Lembaga Non-Pemerintah disertai sistem isolasi berjenjang, menambah shelter dan rumah sakit darurat, serta didukung perilaku masyarakat yang patuh pada protokol kesehatan, niscaya laju penularan covid dapat dihambat,” tutur Sultan HB X dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemda DIY di Bangsal Kepatihan, Kamis (5/8/2021).

Sultan mengharapkan seluruh wilayah di DIY sudah bisa memasuki status Level-3 dalam masa perpanjangan PPKM hingga 9 Agustus 2021 nanti. Sehingga bisa diwujudkan pelonggaran aturan, terutama di tingkat ekonomi rakyat dan sektor produktif berorientasi ekspor. Harapan semuanya itu hanya akan terwujud jika didukung oleh kerjasama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam sebuah tim yang padu dan terpadu. Bukan lagi secara parsial dengan bersikukuh pada sikap ego sektoral.

“Saya mengapresiasi Gerakan Bangkit Indonesiaku yang dimaklumatkan berbagai elemen masyarakat. Gerakan ini mengingatkan memori kita ketika berjuang bersama, baik dalam menghadapi pagêblug, mempertahankan NKRI, maupun saat bangkit dari dampak bencana alam beruntun yang menerpa rakyat Yogyakarta. Untuk itu, kita harus bekerja lebih keras lagi dalam mengatasi pandemi secara bersama-sama,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI