Bisa Pecah Persatuan, Waspadai Berita Bohong

YOGYA, KRJOGJA.com – Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sedang dibahas oleh DPR RI telah menuai berbagai polemik. Penolakan tidak hanya dilakukan pada tingkat pusat namun sampai pada tingkat daerah dengan melibatkan massa yang cukup banyak.

RUU HIP dipandang oleh sebagaian elemen masyarakat sebagai manifestasi dari paham komunis, karena dinilai mengesampingkan nilai-nilai ketuhanan. Sejumlah aksi di berbagai daerah telah dilaksanakan oleh elemen masyarakat baik yang bersifat nasionalis hingga agamis, tidak terkecuali di wilayah DIY yang salah satunya dilaksanakan di titik nol km Kota Yogyakarta pada 20 Juni 2020, dimana aksi tersebut telah diikuti oleh ribuan orang dari berbagai Ormas atau aliansi.

RUU HIP yang menjadi polemik jelas berpotensi ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan tertentu untuk menjatuhkan salah satu pihak, khususnya melalui penyebaran hoax yang massive yang secara berkelanjutan dapat berpengaruh terhadap kondusifitas Kamtibmas.

“Berita bohong atau hoax dapat membahayakan bagi bangsa Indonesia, yang secara umum dapat mengganggu kondusifitas Kamtibmas hingga rusaknya persatuan bangsa serta secara khusus dapat menjerat pihak yang berkaitan baik pelaku (pembuat) hingga masyarakat awam yang sekedar membagikan (share),” ujar Bekti Hidayat selaku pembina Ormas Jogoboyo Yogyakarta, Rabu (8/7/2020).(*)

BERITA REKOMENDASI