BPJS Kesehatan Ajak Peserta POLRI Optimalkan Layanan Non Tatap Muka

Bukan hanya itu, BPJS Kesehatan juga menggalakkan sosialisasi untuk memastikan para peserta memahami hak, kewajiban, manfaat, hingga prosedur penjaminan pelayanan kesehatan JKN-KIS. Menurut David, salah satu faktor penunjang kepuasan peserta adalah terpenuhinya informasi yang
akurat dan update.

“Harapan kami pemahaman masyarakat mengenai Program JKN-KIS dapat meningkat sehingga bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan dengan lancar. Selain itu, sosialisasi ini juga dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan perannya dalam menyokong keberlangsungan Program JKN-KIS. Sederhana saja dengan mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku dan merawat diri agar tetap sehat, kita sudah berkontribusi menjaga keberlangsungan program ini,” ungkap David.

Untuk itu, dalam kegiatan tersebut BPJS Kesehatan menghadirkan Ade Rai selaku brand ambassador BPJS Kesehatan untuk mempromosikan pola hidup sehat kepada peserta JKN-KIS, khususnya dari kalangan POLRI dan keluarganya. Kehadiran Ade Rai diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk memahami betapa mudah dan murahnya menerapkan perilaku hidup sehat dalam keseharian.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan bersama jajaran POLRI berkesempatan mengunjungi fasilitas kesehatan milik POLRI yakni Klinik Polres Sleman, Klinik Polres Gunungkidul dan RS Bhayangkara untuk memastikan kualitas pelayanan yang diberikan fasilitas kesehatan tetap prima. Dengan melihat langsung layanan pihaknya dapat melakukan evaluasi secara lebih komprehensif.

“Di era JKN-KIS, pemanfaatan fasilitas kesehatan milik POLRI nyatanya telah memberikan kontribusi dalam pemberian pelayanan kesehatan bagi bukan hanya bagi anggota POLRI tapi peserta JKN-KIS lainnya. Kami sangat mengapresiasi hal ini. Untuk itu kami mendorong agar kualitas layanan kesehatan di faskes milik POLRI dapat terus dioptimalkan sesuai dengan standar kualitas yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan,” kata David.

BERITA REKOMENDASI