BPJS Kesehatan Hilangkan Kelas Warisan Kolonial untuk 223.059.270 Peserta

YOGYA, KRJOGJA.com – BPJS Kesehatan kini berupaya melakukan pemaksimalan layanan untuk masyarakat. Kini, badan pengelola layanan kesehatan tersebut sedang berupaya menyelaraskan kelas perawatan pasien menjadi satu standar dengan pelayanan terbaik.

Mutaqqien, Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mengatakan saat ini memang masih ada tiga kelas untuk pelayanan BPJS Kesehatan. Namun, pemerintah kini mulai melakukan transisi menuju dua kelas bagi peserta yakni A dan B untuk nantinya sampai pada titik ideal yakni satu kelas terstandar.

“Kalau masih ada kelas-kelas itu kan sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda dulu, ada non pribumi dan pribumi di paling bawah begitu. Pemerintah kini mulai ingin menyetarakan standar pelayanan, ini baru transisi menjadi dua kelas yakni A dan B lalu kedepan menjadi satu kelas yang terstandar,” ungkapnya dalam webinar Media Workshop bersama BPJS Kesehatan, Jumat (23/10/2020).

Andayani Budi Lestari, Direktur Perluasan dan Pelayanan BPJS Kesehatan, menambahkan saat ini per Oktober 2020 tercatat sudah 83 persen penduduk Indonesia menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Jumlahnya, mencapai 223.059.270 jiwa dan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

BPJS Kesehatan menurut Andayani kini terus berusaha memaksimalkan layanan dengan mendigitalisasi melalui JKN Mobile sebagai upaya memudahkan akses peserta. “Sekarang platform di JKN Mobile lebih lengkap, harapannya memudahkan masyarakat terutama di masa pandemi,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI