‘Children Crisis Center’, Pusat Penanganan Anak Korban Eksploitasi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Memasuki usia ke 15 tahun, Yayasan Rumah Impian Indonesia meresmikan Children Crisis Center, Kamis (25/11/2021). Tempat ini rencananya akan dijadikan sebagai pusat penanganan dan transformasi bagi anak korban eksploitasi. Baik itu eksploitasi ekonomi, fisik maupun psikis.

Mengambil tema ‘Anak Tumbuh Tanpa Trauma’, kegiatan yang dipusatkan di Yayasan Rumah Impian Indonesia di Juwangen Purwomartani Kalasan Sleman tersebut dihadiri sejumlah OPD terkait. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Suci Iriana Sinuraya mewakili Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

Pendiri Yayasan Rumah Impian Indonesia Sammy Lapodooh mengatakan, dengan berdirinya Children Crisis Center ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak-anak yang selama ini menjadi korban eksploitasi. Mereka harus bisa kembali mendapatkan haknya, yaitu sekolah.

“Salah satu hak anak adalah pendidikan. Anak-anak yang selama ini di Yayasan Rumah Impian Indonesia harus kembali ke sekolah. Karena itu menjadi salah satu tujuan kami mendirikan yayasan ini,” ujarnya.

Selama 15 tahun berdiri, Yayasan Rumah Impian Indonesia mendapatkan support dari banyak pihak. Salah satunya dari Hyatt Regency Yogyakarta yang memberikan bantuan dana sebesar Rp 230 juta.

“Kami bekerjasama dengan Yayasan Rumah Impian Indonesia sudah sejak 2012. Ketika itu anak-anaknya masih belasan saja. Kunjungan pertama kami membantu kasur, lalu buku paket sekolah hingga berkunjung ke kami. Untuk sarapan maupun berenang gratis,” ujarnya.(Awh)

BERITA REKOMENDASI