Desa Wisata Pionir Kebangkitan Pariwisata

YOGYA, KRJOGJA.com – Dengan potensi yang dimiliki, desa wisata bisa menjadi pionir kebangkitan pariwisata di masa pandemi Covid-19 jelang Adaptasi Kebiasaan Baru. Alam pedesaan (rural) Indonesia yang alami (back to nature, eco tourism) menjadi bayangan wisatawan mancanegara yang harus ditangkap desa wisata dengan dukungan stakeholder (pemerintah daerah), perguruan tinggi (akademisi), industri pariwisata (tour travel), komunitas (gowes dll), dan media massa.

“Tentunya dengan penerapan CHSE (Cleanliness/Kebersihan, Health/Kesehatan, Safety/Keamanan), dan Environment/Ramah lingkungan) dalam SOP Covid-19 yang diterapkan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” tutur Dosen Fisipol, pakar pedesaan dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Dr Desideria Murti SSos MA saat Bincang-bincang Editorial dengan Redaktur Pelaksana KR, Primaswolo Sujono, Selasa (13/10/2020) yang disiarkan juga di Channel YouTube Kedaulatan Rakyat TV.

Desi menyebutkan awal pandemi Covid-19 sempat memukul desa wisata yang hanya mengandalkan single income. “Yang mampu bertahan dan cepat adaptasi adalah desa wisata yang multi diversifikasi, memiliki usaha lain dan desa wisata yang punya kecepatan pemahaman teknologi informasi dengan menguasai sosial media, mereka bisa cepat bergerak, misalnya dengan jualan/promosi online,” ucap Desi.

BERITA REKOMENDASI