Di Kota Yogya Didominasi OTG, Sumber Penularan Sulit Dilacak

YOGYA, KRJOGJA.com – Sepekan sejak temuan klaster penjual Soto Lamongan, sumber penularan masih belum diketahui secara pasti. Begitu juga terhadap kasus keluarga penjual toko kelontong di Bausasran Danurejan. Konfirmasi positif Covid-19 dengan orang tanpa gejala (OTG) yang mendominasi juga menyulitkan pelacakan sumber penularan.

“Sampai sejauh ini rekan-rekan di Dinas Kesehatan masih terus melakukan tracing baik yang di Soto Lamongan maupun toko kelontong di Bausasran. Belum diketahui asalnya dari mana. Yang soto ini ada karyawan yang pernah bepergian dari Blitar, dan sekarang OTG. Apakah penjualnya dapat dari dia atau orang lain, masih dilacak terus,” urai Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogya Heroe Poerwadi, Kamis (3/9/2020) malam.

Meski demikian, penambahan kasus positif dari klaster Soto Lamongan ternyata masih terjadi. Dari sebelumnya 11 kasus menjadi 13 kasus dan hanya satu orang yang memiliki gejala, selebihnya OTG. Sedangkan dari penjual toko kelontong masih tetap tiga kasus, yakni ayahnya yang telah meninggaldunia pada 26 Agustus 2020 dan dua orang anaknya.

Heroe menyebut, kasus OTG cukup menyulitkan karena dari sisi fisik terlihat sehat akan tetapi membawa virus. Sehingga ketika dalam kerumunan banyak orang menjadi tidak bisa dideteksi siapa yang membawa virus. “Makanya satu-satunya pertahanan agar tidak tertular virus ialah disiplin menerapkan protokol. Itu harus disadari oleh semua pihak, dimana pun bahkan ketika di dalam rumah bersama keluarga,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI