Diantisipasi, Bahaya Banjir Areal BIY

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ancaman banjir dari sistem drainase di sekitar Bandara Internasional Yogyakarta (BIY), potensi banjir hingga penutupan muara dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogowonto menjadi ‘PR’ tersendiri. Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) akan membangun sarana pengendali banjir Sungai Bogowonto dan anak sungainya di Kawasan Strategis Nasional (KSN) BIY, mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tersebut mulai 24 September 2020 hingga Juni 2023 mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWSSO Yosiandi Radi Wicaksono mengungkapkan kondisi eksistingnya BIY mempunyai ancaman banjir dari sistem drainase di sekitarnya baik sistem drainase carik Barat dan Carik Timur karena kapasitas tampung tidak mampu menampung beban debit banjir, terlebih jika banjir yang datang periode ulang lebih dari 10 tahunan. Potensi banjir Sungai Bogowonto yang kapasitasnya tidak mampu menampung beban debit banjir lebih dari 25 tahunan serta penutupan muara yang akan menggenangi beberapa daerah persawahan cukup rendah di bagian hulu.

“Kami mengantisipasi banjir di sekitar areal BIY, kami sudah mulai kontrak sarana pengendali banjir Sungai Bogowonto dan anak sungainya pada Oktober 2020 ini dan targetnya tiga hingga empat tahun selesai. Namun kami masih menunggu proses pembebasan tanah baik untuk pembangunan kolam retensi maupun pembangunan tanggul di kanan-kiri sungai Bogowonto, termasuk ada relokasi kantor daerah,” tutur Yosiandi usai Media Gathering Kementerian PUPR bekerjasama dengan PWI Pusat dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan infrastruktur di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selasa (27/10/2020).

BERITA REKOMENDASI