Didukung Gandung Pardiman, Aproni Terus Dorong UMKM Naik Kelas ‘Go Ekspor’

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Aliansi Produk Nusantara Indonesia UMKM (Aproni) Go Export akan menggelar seminar internasional bertajuk ‘Inklusi Keuangan Bagi UMKM Perempuan Go Export’ di Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta pada 9 Juni 2022 mendatang. Seminar tersebut ditargetkan dihadiri 100 peserta (pelaku UMKM).

Ketua Umum DPP Aproni, Dra Hj Suci Kuntarsih SE menuturkan, Aproni merupakan organisasi nirlaba yang berorientasi pada pengembangan dan pembinaan UMKM Indonesia untuk naik kelas ‘Go Export’. Menurutnya, penyelenggaraan seminar internasional tersebut akan dirangkai dengan International Halal Expo bertempat di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta, 9-10 Juni 2022 dan akan menampilkan 100 UMKM.

“Aproni juga akan mengembangkan factory kichen di Sindumartani Sleman,” terang Suci kepada KR

di sela bersilaturahmi dengan Ketua DPD Partai Golkar DIY sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI, Drs HM Gandung Pardiman MM di kantor DPD Partai Golkar DIY, Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Kamis (12/5/2022).

Lebih lanjut dijelaskan Suci, pengembangan UMKM Go Ekspor difokuskan pada peningkatan produktivitas, pelatihan pengolahan produk, pemasaran dan mendorong pengembangan produk halal ke internasional. Sementara kegiatan seminar internasional inklusi keuangan bagi UMKM juga ditujukan untuk mendukung target inklusi keuangan 90% pada tahun 2024.

“Banyak pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19, yang harus kita bangkitkan. Aproni juga mempertimbangkan kebutuhan inklusi keuangan baik edukasi, SHAT, agen lembaga keuangan, pembiayaan dan pemanfaatan fintech untuk mendukung pengembangan program inklusi keuangan di DIY,” ujarnya.

Ketua DPW Aproni DIY, Drs Heru Subagyo menambahkan, kegiatan seminar internasional dan International Halal Expo dimaksudkan untuk membekali para pelaku UMKM agar produknya siap ekspor. Aproni DIY juga terus mengembangkan factory kichen di Sindumartani agar dapat mendukung produk UMKM Go Ekspor.

“Di factory kichen Sindumartani kami sudah punya dapur lengkap dan ruang latihan, namun masih kurang mesin sterilisasi yang berlisensi. Oleh karena itu kami butuh sinergi dengan berbagai pihak,” katanya.

BERITA REKOMENDASI